Radar Bandara Soeta mati karena UPS terbakar
Minggu, 16 Desember 2012 - 22:06 WIB
Radar Bandara Soeta mati karena UPS terbakar
A
A
A
Sindonews.com - Coorporate Secretary PT Angkasa Pura II Trisno Heriyadi menyatakan, penyebab radar di bagian air traffic controller (ATC) tower mati lantaran adanya unit power supply (UPS) yang terbakar sekira pukul 16.55 WIB.
“Akibatnya, semua sistem fail, elektrik berhasil recovery sekitar 17.10 WIB. Tapi sistem masih perlu restart dan penyesuaian,” ujar Trisno kepada wartawan, di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Minggu (16/12/2012).
Menurut Trisno, sistem baru bisa berhasil recovery total sekira pukul 18. 05 WIB. Dia juga menjelaskan, operasi selama system off normal dilakukan dengan cara pengendalian non radar atau prosedural.
“Namun dengan pembatasan penerbangan atau delayed, take off-landing dari dan ke Bandara Soekarno-Hatta,” katanya.
Kemudian, lanjutnya, sejak pukul 18.05 WIB demi keamanan penerbangan, penerbangan incoming dan departure di release bertahap setiap 10 menit, selanjutnya setiap lima menit.
“Saat ini pukul 19.15 WIB, penerbangan telah normal kembali,” ujarnya.
Menurut Trisno, UPS tersebut sudah diantisipasi dengan UPS Cyberex. PT Angkasa Pura II sudah memprogramkan UPS yang baru, yang saat ini dalam perjalanan dari German dan diperkirakan tiba ke Indonesia pertengahan Januari.
“ Namun ternyata UPS eksisting mengalami masalah terlebih dahulu. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan ini,” terangnya.
“Akibatnya, semua sistem fail, elektrik berhasil recovery sekitar 17.10 WIB. Tapi sistem masih perlu restart dan penyesuaian,” ujar Trisno kepada wartawan, di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Minggu (16/12/2012).
Menurut Trisno, sistem baru bisa berhasil recovery total sekira pukul 18. 05 WIB. Dia juga menjelaskan, operasi selama system off normal dilakukan dengan cara pengendalian non radar atau prosedural.
“Namun dengan pembatasan penerbangan atau delayed, take off-landing dari dan ke Bandara Soekarno-Hatta,” katanya.
Kemudian, lanjutnya, sejak pukul 18.05 WIB demi keamanan penerbangan, penerbangan incoming dan departure di release bertahap setiap 10 menit, selanjutnya setiap lima menit.
“Saat ini pukul 19.15 WIB, penerbangan telah normal kembali,” ujarnya.
Menurut Trisno, UPS tersebut sudah diantisipasi dengan UPS Cyberex. PT Angkasa Pura II sudah memprogramkan UPS yang baru, yang saat ini dalam perjalanan dari German dan diperkirakan tiba ke Indonesia pertengahan Januari.
“ Namun ternyata UPS eksisting mengalami masalah terlebih dahulu. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan ini,” terangnya.
(rsa)