Bocah 5 tahun selamat dari perampokan
Jum'at, 14 Desember 2012 - 17:37 WIB
Bocah 5 tahun selamat dari perampokan
A
A
A
Sindonews.com - Nahas dialami sepasang suami istri (pasutri) asal Desa Klampok, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo. Suli (33), dan Sari (28), terkapar setelah dikepruk batang kayu dan batu oleh kawanan perampok sepeda motor, pada Kamis 13 Desember 2012 malam.
Beruntung seorang putranya, Dani (5), berhasil menyelamatkan diri dari kepungan perampok. Sehingga bocah inipun selamat dari kekejaman para perampok.
Berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun, tindak kejahatan terjadi ketika keluarga ini pulang seusai berkunjung kerumah saudaranya di Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan. Saat melintas dijalanan yang sepi, mereka dicegat tiga orang perampok yang bersenjata tajam dan balok kayu.
Di bawah ancaman senjata tajam, pelaku dipaksa menyerahkan sepeda motor Mega Pro yang dikendarainya. Korban yang berusaha mempertahankan diri, akhirnya tak berdaya setelah seorang pelaku melayangkan pukulan batang kayu di kepalanya. Akibat pukulan tersebut, pasutri inipun akhirnya terkapar tak sadarkan diri.
Melihatnya orangtuanya tak berdaya, Dani berusaha menyelamatkan diri menjauh dari kerumunan perampok. Bocah malang ini akhirnya ditemukan warga dalam kondisi ketakutan. Atas bantuan warga, pasutri ini kemudian dilarikan ke Puskesmas Nguling, Kabupaten Pasuruan.
"Mereka tiba-tiba muncul dari tempat persembunyian. Suli dan istrinya langsung pingsan setelah dipukul dengan kayu dan batu di kepalanya," kata Sunari, kerabat korban.
Kapolsek Tongas AKP Hermawan yang dihubungi wartawan mengatakan, pihaknya tengah melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan dari sejumlah saksi. Untuk mengejar para pelaku, pihaknya juga telah melakukan penyisiran ke lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyiannya.
Beruntung seorang putranya, Dani (5), berhasil menyelamatkan diri dari kepungan perampok. Sehingga bocah inipun selamat dari kekejaman para perampok.
Berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun, tindak kejahatan terjadi ketika keluarga ini pulang seusai berkunjung kerumah saudaranya di Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan. Saat melintas dijalanan yang sepi, mereka dicegat tiga orang perampok yang bersenjata tajam dan balok kayu.
Di bawah ancaman senjata tajam, pelaku dipaksa menyerahkan sepeda motor Mega Pro yang dikendarainya. Korban yang berusaha mempertahankan diri, akhirnya tak berdaya setelah seorang pelaku melayangkan pukulan batang kayu di kepalanya. Akibat pukulan tersebut, pasutri inipun akhirnya terkapar tak sadarkan diri.
Melihatnya orangtuanya tak berdaya, Dani berusaha menyelamatkan diri menjauh dari kerumunan perampok. Bocah malang ini akhirnya ditemukan warga dalam kondisi ketakutan. Atas bantuan warga, pasutri ini kemudian dilarikan ke Puskesmas Nguling, Kabupaten Pasuruan.
"Mereka tiba-tiba muncul dari tempat persembunyian. Suli dan istrinya langsung pingsan setelah dipukul dengan kayu dan batu di kepalanya," kata Sunari, kerabat korban.
Kapolsek Tongas AKP Hermawan yang dihubungi wartawan mengatakan, pihaknya tengah melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan dari sejumlah saksi. Untuk mengejar para pelaku, pihaknya juga telah melakukan penyisiran ke lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyiannya.
(san)