Jokowi sulap jalur 3 in 1 jadi jalur genap-ganjil
Jum'at, 14 Desember 2012 - 16:29 WIB
Jokowi sulap jalur 3 in 1 jadi jalur genap-ganjil
A
A
A
Sindonews.com – Rencananya Pemerintah Provinsi DKI akan menggunakan jalur 3 in 1, menjadi jalur genap-ganjil.
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono. Sedangkan, jalur 3 in 1 akan dihapuskan setelahnya sistem genap ganjil diberlakukan.
"Jalur genap ganjil antara lain, Cawang, Cempaka Putih, Tomang, Ancol," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono di Hotel Four Seasons, Jakarta, Jumat (14/12/2012).
Ia mengaku, pihaknya telah mengajukan jalur yang akan menggunakan sistem genap ganjil. Jalur tersebut bahkan sudah disetujui oleh Gubernur DKI.
"Ya, (jalurnya) sudah disetujui Gubernur," tukas Pris.
Perlu diketahui, jalur yang akan dikenakan kebijakan genap-ganjil ini akan melewati jalur 3 in 1, dan kawasan lingkar dalam yang terdapat jalur busway di dalamnya.
Selain itu, koridor 3 in 1 yang berlaku sepanjang jalur Blok M hingga Kota, Jalan Gatot Soebroto, dan Jalan Rasuna Said.
Lalu, sejumlah koridor timur-barat yang dilalui Transjakarta, Pinang Ranti hingga Pluit. Jalan Sultan Agung dari Karet, Jakarta Pusat hingga Manggarai, dan dilanjut hingga Jalan Pramuka.
Selain itu, Jalan Medan Merdeka Selatan, dan Jalan Jenderal Suprapto, Jalan Kyai Tapa dan KH Hasyim Anshari yang menghubungkan Grogol dengan Harmoni.
Tidak hanya itu, ada juga dua jalur bujur dari utara ke selatan, yakni Jalan Gunung Sahari, Kramat Raya, Salemba, Jatinegara, hingga ke Cawang. Dan terakhir, Jalur Cideng, Mas Mansyur. yang melintasi Tanah Abang, lanjut ke Jalan Prof Dr. Satrio dan Cassablanca hingga Kampung Melayu.
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono. Sedangkan, jalur 3 in 1 akan dihapuskan setelahnya sistem genap ganjil diberlakukan.
"Jalur genap ganjil antara lain, Cawang, Cempaka Putih, Tomang, Ancol," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono di Hotel Four Seasons, Jakarta, Jumat (14/12/2012).
Ia mengaku, pihaknya telah mengajukan jalur yang akan menggunakan sistem genap ganjil. Jalur tersebut bahkan sudah disetujui oleh Gubernur DKI.
"Ya, (jalurnya) sudah disetujui Gubernur," tukas Pris.
Perlu diketahui, jalur yang akan dikenakan kebijakan genap-ganjil ini akan melewati jalur 3 in 1, dan kawasan lingkar dalam yang terdapat jalur busway di dalamnya.
Selain itu, koridor 3 in 1 yang berlaku sepanjang jalur Blok M hingga Kota, Jalan Gatot Soebroto, dan Jalan Rasuna Said.
Lalu, sejumlah koridor timur-barat yang dilalui Transjakarta, Pinang Ranti hingga Pluit. Jalan Sultan Agung dari Karet, Jakarta Pusat hingga Manggarai, dan dilanjut hingga Jalan Pramuka.
Selain itu, Jalan Medan Merdeka Selatan, dan Jalan Jenderal Suprapto, Jalan Kyai Tapa dan KH Hasyim Anshari yang menghubungkan Grogol dengan Harmoni.
Tidak hanya itu, ada juga dua jalur bujur dari utara ke selatan, yakni Jalan Gunung Sahari, Kramat Raya, Salemba, Jatinegara, hingga ke Cawang. Dan terakhir, Jalur Cideng, Mas Mansyur. yang melintasi Tanah Abang, lanjut ke Jalan Prof Dr. Satrio dan Cassablanca hingga Kampung Melayu.
(stb)