3 faktor macet di Jakarta sulit dihilangkan
Jum'at, 14 Desember 2012 - 14:11 WIB
3 faktor macet di Jakarta sulit dihilangkan
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Bambang Susantono menyatakan, penambahan jaringan jalan harus dilakukan dengan perhitungan yang matang. Karena jika tidak, maka hanya akan mengundang pertumbuhan tinggi kendaraan bermotor.
Pertumbuhan kendaraan bermotor di kota-kota besar di dunia saat ini, sudah sangat tinggi. Termasuk di Jakarta yang pertumbuhan kendaraannya juga sudah menunjukkan jumlah angka yang cukup tinggi.
"Mengapa kemacetan tidak bisa terurai atau dihilangkan di Jakarta? Karena ada tiga hal yaitu, jalan yang dilalui itu-itu saja, waktu tempuh dari kota pinggiran masuk ke tengah kota Jakarta tetap sama, dan moda transportasi yang digunakan tetap sama, yaitu kendaraan pribadi," kata Bambang di Hotel Four Seasons, Jakarta, Jumat (14/12/2012).
Jakarta sendiri dinilai tidak bisa serta merta membangun jaringan jalan baru untuk mengatasi kemacetan yang ada. Jika jaringan jalan yang baru dibangun pada tempat yang salah, maka jalan itu malah akan menjadi alasan bagi warga untuk menggunakan kendaraan pribadi masing-masing, karena melihat ada jalan baru yang kosong.
"Jadi hati-hati juga nambah jaringan jalan baru. Khususnya menambah jaringan jalan di tengah kota. Malah akan menambah kemacetan. Begitu melihat jalan lancar, maka orang-orang yang tadinya sudah menggunakan transportasi umum akan kembali menggunakan kendaraan pribadinya," tukas Bambang.
Pertumbuhan kendaraan bermotor di kota-kota besar di dunia saat ini, sudah sangat tinggi. Termasuk di Jakarta yang pertumbuhan kendaraannya juga sudah menunjukkan jumlah angka yang cukup tinggi.
"Mengapa kemacetan tidak bisa terurai atau dihilangkan di Jakarta? Karena ada tiga hal yaitu, jalan yang dilalui itu-itu saja, waktu tempuh dari kota pinggiran masuk ke tengah kota Jakarta tetap sama, dan moda transportasi yang digunakan tetap sama, yaitu kendaraan pribadi," kata Bambang di Hotel Four Seasons, Jakarta, Jumat (14/12/2012).
Jakarta sendiri dinilai tidak bisa serta merta membangun jaringan jalan baru untuk mengatasi kemacetan yang ada. Jika jaringan jalan yang baru dibangun pada tempat yang salah, maka jalan itu malah akan menjadi alasan bagi warga untuk menggunakan kendaraan pribadi masing-masing, karena melihat ada jalan baru yang kosong.
"Jadi hati-hati juga nambah jaringan jalan baru. Khususnya menambah jaringan jalan di tengah kota. Malah akan menambah kemacetan. Begitu melihat jalan lancar, maka orang-orang yang tadinya sudah menggunakan transportasi umum akan kembali menggunakan kendaraan pribadinya," tukas Bambang.
(san)