6 kecamatan rawan tanah longsor, di Brebes
Jum'at, 14 Desember 2012 - 05:10 WIB
6 kecamatan rawan tanah longsor, di Brebes
A
A
A
Sindonews.com - Sebanyak enam kecamatan di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, rawan terjadi bencana tanah longsor pada musim hujan tahun ini.
Ketua SAR Brebes Ade Dhani menyebutkan, enam kecamatan rawan longsor tersebut adalah Salem, Tonjong, Sirampog, Bumiayu, Paguyangan, dan Bantarkawung.
Pihaknya terus melakukan antisipasi dan sosilisasi kepada masyarakat di daerah rawan longsor tersebut untuk selalu waspada saat musim hujan tiba.
Kendati enam kecamatan tersebut rawan tapi tidak semua desa yang ada tersebut rawan bencana tanah longsor, tetapi hanya desa-desa yang berada di kawasan perbukitan.
Ia menuturkan, faktor pemicu terjadinya longsor, antara lain konstruksi tanah dan batuan di daerah tersebut. Tanah di wilayah rawan longsor cenderung labil sehingga jika turun hujan tanah sangat mudah terkikis.
"Apalagi musim kemarau tanah jarang terkena air sehingga tanah labil akan sangat mudah sekali longsor, karena air sangat cepat sekali memasuki rongga-rongga tanah," katanya di Brebes, Jawa Tengah, Kamis (13/12/2012).
Jika terjadi hujan selama dua jam atau lebih, sebaiknya warga yang tinggal di daerah rawan longsor untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Selain itu, meminta warga untuk meningkatkan kewaspadaan dengan mengaktifkam kembali ronda malam. Karena, untuk meningkatkan keamanan wilayah juga bisa cepat terdeteksi setiap kali ada bencana alam tiba mendadak.
Ketua SAR Brebes Ade Dhani menyebutkan, enam kecamatan rawan longsor tersebut adalah Salem, Tonjong, Sirampog, Bumiayu, Paguyangan, dan Bantarkawung.
Pihaknya terus melakukan antisipasi dan sosilisasi kepada masyarakat di daerah rawan longsor tersebut untuk selalu waspada saat musim hujan tiba.
Kendati enam kecamatan tersebut rawan tapi tidak semua desa yang ada tersebut rawan bencana tanah longsor, tetapi hanya desa-desa yang berada di kawasan perbukitan.
Ia menuturkan, faktor pemicu terjadinya longsor, antara lain konstruksi tanah dan batuan di daerah tersebut. Tanah di wilayah rawan longsor cenderung labil sehingga jika turun hujan tanah sangat mudah terkikis.
"Apalagi musim kemarau tanah jarang terkena air sehingga tanah labil akan sangat mudah sekali longsor, karena air sangat cepat sekali memasuki rongga-rongga tanah," katanya di Brebes, Jawa Tengah, Kamis (13/12/2012).
Jika terjadi hujan selama dua jam atau lebih, sebaiknya warga yang tinggal di daerah rawan longsor untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Selain itu, meminta warga untuk meningkatkan kewaspadaan dengan mengaktifkam kembali ronda malam. Karena, untuk meningkatkan keamanan wilayah juga bisa cepat terdeteksi setiap kali ada bencana alam tiba mendadak.
(mhd)