Tantangan KB di Indonesia berat

Kamis, 13 Desember 2012 - 22:47 WIB
Tantangan KB di Indonesia...
Tantangan KB di Indonesia berat
A A A
Sindonews.com – Program Keluarga Berencana di Indonesia memiliki tantangan yang cukup berat. Kendati jumlahnya pesertanya terus meningkat sepanjang tahun namun peningkatan prevalensinya masih rendah.

“Salah satu penyebabnya adalah pemakaan kontrasepsi keberlangsungannya rendah. Seperti pil dan suntik terlambat sudah bisa menyebabkan kehamilan,” jelas Kepala BKKBN Perwakilan DIY Tjondrorini, pada penandatangan kerjasa antara BKKBN dengan Apotek K-24 dalam mendukung
KB Mandiri, Kamis (13/12/12)

DI DIY, pada 2008 jumlah pesertanya mencapai 425.960 orang. Selama lima tahun, per tahunnya tumbuh sekitar 50.000 sampai dengan 55.000 orang. Kenyataanya saat ini hanya ada 437.714 orang atau hanya naik 11.754 orang.

Kerjasama dengan K-24 ini, diharapkan bisa mendorong kebijakan strategi BKKBN dalam program KB, khususnya jalur mandiri. Sebab selama ini peserta mandiri justru prosentasenya mendominasi dibanding jalur pemerintah.

“Kami harap K-24 bisa dorong masyarakat menjadi akseptor yang cerdas dengan pendampingan konseling dan penggunaan system cafetarian dan penyediaan alat kontrasepsi,” tegasnya.

Direktur K-24 Gideon Hartono, kerjasama ini merupakan tindaklanjut dari keinginan pemerintah pusat untuk menggalakkan KB mandiri. Dengan adanya kerjasama ini, K-24 yang memiliki jaringan di seluruh Indonesia, akan menjadi mitra BKKBN alam penyediaan obat, alat kontrasepsi maupun pelayanan KB.

“Target kita sebulan kedepan, seluruh outlet kita siapkan termasuk dengan tenaga medis. Sehingga pada Bulan Februari atau Maret, di gerai sudah bisa melayani KB mandiri,” jelasnya.

Dengan adanyanya kerjasama ini, ujar Gideon, masyarakat akan sangat mudah untuk mendapatkan pelayanan KB dengan harga terjangkau. Cukup di gerai K-24, masyarakat bisa memperoleh pelayanan dokter, obat dan layanan KB. Untuk itulah, K-24 juga akan mempersiapkan tenaga medis dari dokter untuk mendukung program nasional ini.

K-24 juga berencana untuk menambah semua outlet di setiap kabupaten/kota. Dengan cara ini, tidak akan ada alasan jarak yang menambah biaya yang dikeluarkan masyarakat.
(ysw)
Berita Terkait
Lewat Kompetensi Praktik...
Lewat Kompetensi Praktik Lapangan, Praja Diharapkan Paham Pemerintahan Daerah
Sinergi Pemerintah Pusat...
Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah, BSKDN Kemendagri Tekankan Kolaborasi
Pulihkan Ekonomi, Daerah...
Pulihkan Ekonomi, Daerah Utang Rp12,24 Triliun ke Pusat
BSKDN Kemendagri: Konsep...
BSKDN Kemendagri: Konsep ITKPD Upaya Wujudkan Tujuan Otonomi Daerah
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
Majukan Suatu Daerah...
Majukan Suatu Daerah Perlu Merangkul Semua Elemen Termasuk Seniman
Berita Terkini
Rooting for Future,...
Rooting for Future, PAMA Bersama UGM dan OIKN Penanaman Pohon Bersama
1 jam yang lalu
Kasus Penyelundupan...
Kasus Penyelundupan 796 Kg Sisik Trenggiling, WN Vietnam Diserahkan ke Kejari Cilegon
1 jam yang lalu
Pemprov Jakarta Gelar...
Pemprov Jakarta Gelar Atraksi Budaya Betawi di CFD Rasuna Said
1 jam yang lalu
Puluhan Keluarga di...
Puluhan Keluarga di HSS Miliki Kepastian Hukum atas Tanahnya lewat Reforma Agraria Badan Bank Tanah
1 jam yang lalu
Calon Ketum PBNU Gus...
Calon Ketum PBNU Gus Salam Sowan ke Rais Syuriyah dan Ketua PWNU Sulsel
1 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup,...
Hari Lingkungan Hidup, Masyarakat Tangerang Pelajari Kelola Minyak Jelantah
4 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved