50 becak hias meriahkan launching sekolah inklusi
Kamis, 13 Desember 2012 - 14:15 WIB
50 becak hias meriahkan launching sekolah inklusi
A
A
A
Sindonews.com - Sedikitnya 50 becak hias yang ditumpangi hampir 200 siswa sekolah inklusi dan SLB memeriahkan launching sekolah inklusi di Kulonprogo. Program sekolah inklusi di launching seiring penerbitan Peraturan Bupati (perbup) 10 Desember 2012 lalu.
Kepala Dinas Pendidikan Kulonprogo Sri Mulatsih mengatakan, kirab sengaja digelar untuk publikasi atas keseriusan Pemkab Kulonprogo memperhatikan pendidikan inklusi.
"Pemkab berkomitmen memberi ruang seluas-luasnya kepada anak didik untuk mendapatkan pendidikan sesuai kebutuhannya," kata Sri di Kulonprogo, Kamis (13/12/2012).
Dian Putera Karana, Staf Dinas Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan Kulonprogo mengatakan, sekolah inklusi sebenarnya sudah ada di Kulonprogo sejak 2007 silam. Namun proses pembelajaran baru dimulai tahun ajaran 2011/12. Saat ini ada 33 sekolah inklusi mulai tingkat TK hingga SMA.
"Sudah ada 33 sekolah. Tapi untuk tenaga pengajar kita masih meminta bantuan ke provinsi. Jadi guru yang mengajar di SLB diperbantukan atau diberi tugas tambahan di sekolah inklusi. Ke depan mudah-mudahan ada guru tersendiri," kata dia.
Indriyanto, panitia launching mengatakan, selain kirab juga ada pentas seni rebana serta drumband.
"Launchingnya di Gedung Kesenian, tapi kirabnya dimulai dari Kompleks Pemkab. Bupati dan Dirjen Dikdas ikut dalam rombongan sepeda hias yang dikirab," katanya.
Kepala Dinas Pendidikan Kulonprogo Sri Mulatsih mengatakan, kirab sengaja digelar untuk publikasi atas keseriusan Pemkab Kulonprogo memperhatikan pendidikan inklusi.
"Pemkab berkomitmen memberi ruang seluas-luasnya kepada anak didik untuk mendapatkan pendidikan sesuai kebutuhannya," kata Sri di Kulonprogo, Kamis (13/12/2012).
Dian Putera Karana, Staf Dinas Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan Kulonprogo mengatakan, sekolah inklusi sebenarnya sudah ada di Kulonprogo sejak 2007 silam. Namun proses pembelajaran baru dimulai tahun ajaran 2011/12. Saat ini ada 33 sekolah inklusi mulai tingkat TK hingga SMA.
"Sudah ada 33 sekolah. Tapi untuk tenaga pengajar kita masih meminta bantuan ke provinsi. Jadi guru yang mengajar di SLB diperbantukan atau diberi tugas tambahan di sekolah inklusi. Ke depan mudah-mudahan ada guru tersendiri," kata dia.
Indriyanto, panitia launching mengatakan, selain kirab juga ada pentas seni rebana serta drumband.
"Launchingnya di Gedung Kesenian, tapi kirabnya dimulai dari Kompleks Pemkab. Bupati dan Dirjen Dikdas ikut dalam rombongan sepeda hias yang dikirab," katanya.
(ysw)