Enam kecamatan di Brebes rawan tanah longsor
Kamis, 13 Desember 2012 - 08:10 WIB
Enam kecamatan di Brebes rawan tanah longsor
A
A
A
Sindonews.com - Sebanyak enam kecamatan di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, rawan terjadi bencana tanah longsor pada musim hujan.
Ketua Search and Rescue (SAR) Brebes Ade Dhani R menyebutkan, enam kecamatan rawan longsor tersebut adalah Kecamatan Salem, Tonjong, Sirampog, Bumiayu, Paguyangan, dan Bantarkawung.
"Kita terus melakukan antisipasi dan sosilisasi kepada masyarakat di daerah rawan longsor untuk selalu waspada saat musim hujan," kata Ade Dhani, saat dihubungi wartawan, di Brebes, Jawa Tengah, Kamis (13/12/12).
Ade menjelaskan, kendati enam kecamatan tersebut rawan, tapi tidak semua desa tersebut rawan bencana tanah longsor. Menurutnya, hanya desa-desa di kawasan perbukitan yang patut diwaspadai.
"Faktor pemicu terjadinya longsor, antara lain konstruksi tanah dan batuan di daerah tersebut. Tanah di wilayah rawan longsor cenderung labil, jika turun hujan tanah mudah terkikis. Apalagi musim kemarau, tanah jarang terkena air, sehingga tanah labil, mudah sekali longsor, air cepat sekali masuk rongga-rongga tanah," ucapnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, jika terjadi hujan selama dua jam atau lebih, sebaiknya warga yang tinggal di daerah rawan longsor untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.
"Warga untuk meningkatkan kewaspadaan dengan mengaktifkan kembali ronda malam. Karena untuk meningkatkan keamanan wilayah juga bisa cepat terdeteksi setiap kali ada bencana alam," pungkasnya.
Ketua Search and Rescue (SAR) Brebes Ade Dhani R menyebutkan, enam kecamatan rawan longsor tersebut adalah Kecamatan Salem, Tonjong, Sirampog, Bumiayu, Paguyangan, dan Bantarkawung.
"Kita terus melakukan antisipasi dan sosilisasi kepada masyarakat di daerah rawan longsor untuk selalu waspada saat musim hujan," kata Ade Dhani, saat dihubungi wartawan, di Brebes, Jawa Tengah, Kamis (13/12/12).
Ade menjelaskan, kendati enam kecamatan tersebut rawan, tapi tidak semua desa tersebut rawan bencana tanah longsor. Menurutnya, hanya desa-desa di kawasan perbukitan yang patut diwaspadai.
"Faktor pemicu terjadinya longsor, antara lain konstruksi tanah dan batuan di daerah tersebut. Tanah di wilayah rawan longsor cenderung labil, jika turun hujan tanah mudah terkikis. Apalagi musim kemarau, tanah jarang terkena air, sehingga tanah labil, mudah sekali longsor, air cepat sekali masuk rongga-rongga tanah," ucapnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, jika terjadi hujan selama dua jam atau lebih, sebaiknya warga yang tinggal di daerah rawan longsor untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.
"Warga untuk meningkatkan kewaspadaan dengan mengaktifkan kembali ronda malam. Karena untuk meningkatkan keamanan wilayah juga bisa cepat terdeteksi setiap kali ada bencana alam," pungkasnya.
(maf)