Cuaca terik, petani tersambar petir
Rabu, 12 Desember 2012 - 21:58 WIB
Cuaca terik, petani tersambar petir
A
A
A
Sindonews.com - Kejadian tidak bisa diterima akal terjadi di Desa Watestani, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Seorang petani tewas tersambar petir ditengah cuaca yang sedang terik saat sedang di sawah.
Suci (51) tak sadarkan diri setelah melihat Jono (33) menantunya tewas disambar petir sawah di lingkungan Sekarputih, Desa Watestani, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, Rabu (12/12/2012).
Menurut saksi mata, bapak dua anak ini berangkat ke sawah dari rumahnya di Dusun Tanjung mengendarai sepeda angin, untuk melihat Sihan (40) temannya yang tengah membajak sawah.
Baru saja turun dari sepeda ontel-nya, tiba-tiba saja petir berkekuatan ribuan volt langsung menyambar dirinya. Jono langsung terpelanting ke sawah dan mengalami luka bakar di bagian tengkuknya dan langsung tewas.
"Saya kaget saja, baru juga Jono turung dari sepeda tiba-tiba saja disambar petir. Padahal cuaca sedang terik tidak ada mendung sedikitpun," ujar Sihan rekan korban, di Desa Watesteni, Rabu (12/12/2012).
Mengetahui ada warga yang tewas tersambar geledek, sejumlah warga langsung berduyun-duyun ke rumah Jono. Mereka juga sama sekali tidak percaya jika ada petir di siang bolong.
Keluarga korban keberatan ketika polisi akan melakukan visum pada jasad korban. Meski begitu, tewasnya Jono masih dalam penyelidikan pihak berwajib.
Suci (51) tak sadarkan diri setelah melihat Jono (33) menantunya tewas disambar petir sawah di lingkungan Sekarputih, Desa Watestani, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, Rabu (12/12/2012).
Menurut saksi mata, bapak dua anak ini berangkat ke sawah dari rumahnya di Dusun Tanjung mengendarai sepeda angin, untuk melihat Sihan (40) temannya yang tengah membajak sawah.
Baru saja turun dari sepeda ontel-nya, tiba-tiba saja petir berkekuatan ribuan volt langsung menyambar dirinya. Jono langsung terpelanting ke sawah dan mengalami luka bakar di bagian tengkuknya dan langsung tewas.
"Saya kaget saja, baru juga Jono turung dari sepeda tiba-tiba saja disambar petir. Padahal cuaca sedang terik tidak ada mendung sedikitpun," ujar Sihan rekan korban, di Desa Watesteni, Rabu (12/12/2012).
Mengetahui ada warga yang tewas tersambar geledek, sejumlah warga langsung berduyun-duyun ke rumah Jono. Mereka juga sama sekali tidak percaya jika ada petir di siang bolong.
Keluarga korban keberatan ketika polisi akan melakukan visum pada jasad korban. Meski begitu, tewasnya Jono masih dalam penyelidikan pihak berwajib.
(ysw)