Warga Luwu Timur tunggal listrik Rp2,5 M
Rabu, 12 Desember 2012 - 17:12 WIB
Warga Luwu Timur tunggal listrik Rp2,5 M
A
A
A
Sindonews.com - Tunggakan pembayaran listrik di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan menempati urutan ke 2 diantara 7 PLN ranting di Luwu Raya dengan nilai Rp2,5 miliar dibawah PLN ranting Sawerigading Rp4,7 miliar. Tunggakan pembayaran rekening listrik tesebut merata di masyarakat antara satu sampai dua bulan.
"Tunggakan pembayaran rekening ini merata dilakukan masyarakat antara satu sampai dua bulan," kata Kepala PLN Ranting Masamba Ahmad Caco ketika dihubungi SINDO, Rabu (12/12/2012).
Adapun pelanggan yang telah menunggak selama dua bulan akan dilakukan pendekatan kekeluargaan hingga teguran dan pemutusan sementara.
Menurut Ahmad, jajaran PLN saat ini telah melakukan berbagai upaya untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat pentingnya membayar rekening listrik melalui sosialisasi di media cetak.
"Alhamdulillah hasilnya sudah ada perkembangan yang signifikan dimana sebelumnya terdapat tunggakan Rp2,5 miliar turun menjadi Rp2,02 miliar," ucapnya.
Ahmad berharap dengan adanya sosialisasi di media cetak tersebut dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat membayar rekening listrik sehingga tidak ada pelanggan yang diputus sementara, apalagi di putus permanen.
"Kami (PLN) berharap tidak ada pelanggan yang di putus sementara, apalagi diputus permanen karena akan mengeluarkan biaya lebih besar karena dikenakan tarif pemasangan baru," pungkasnya.
Sementara anggota Komisi II DPRD Luwu Utara Mahfud Yunus mengatakan, tingginya tunggakan pembayaran listrik di daerah ini disebabkan berbagai faktor diantaranya, listrik sering padam.
"Pemadaman secara sepihak yang sering dilakukan PLN merupakan salah satu faktor penyebab masyarakat malas membayar," kata Mahfud Yunus kepada SINDO, Rabu (12/12/2012).
Kendati diakui, masyarakat sudah mengetahui dampak dari keterlambatan dari pembayaran rekening listrik tersebut.
"Saya yakin masyarakat mengatahui jika terlambat membayar akan didenda atau bahkan diputus, tetapi karena pelayanan PLN tidak maksimal, maka masyarakat acuh dengan aturan tersebut," paparnya.
Dia berharap PLN lebih bijaksana dalam bertindak, apalagi memutuskan aliran listrik bagi pelanggan yang baru menunggak 3 bulan.
"Tunggakan pembayaran rekening ini merata dilakukan masyarakat antara satu sampai dua bulan," kata Kepala PLN Ranting Masamba Ahmad Caco ketika dihubungi SINDO, Rabu (12/12/2012).
Adapun pelanggan yang telah menunggak selama dua bulan akan dilakukan pendekatan kekeluargaan hingga teguran dan pemutusan sementara.
Menurut Ahmad, jajaran PLN saat ini telah melakukan berbagai upaya untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat pentingnya membayar rekening listrik melalui sosialisasi di media cetak.
"Alhamdulillah hasilnya sudah ada perkembangan yang signifikan dimana sebelumnya terdapat tunggakan Rp2,5 miliar turun menjadi Rp2,02 miliar," ucapnya.
Ahmad berharap dengan adanya sosialisasi di media cetak tersebut dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat membayar rekening listrik sehingga tidak ada pelanggan yang diputus sementara, apalagi di putus permanen.
"Kami (PLN) berharap tidak ada pelanggan yang di putus sementara, apalagi diputus permanen karena akan mengeluarkan biaya lebih besar karena dikenakan tarif pemasangan baru," pungkasnya.
Sementara anggota Komisi II DPRD Luwu Utara Mahfud Yunus mengatakan, tingginya tunggakan pembayaran listrik di daerah ini disebabkan berbagai faktor diantaranya, listrik sering padam.
"Pemadaman secara sepihak yang sering dilakukan PLN merupakan salah satu faktor penyebab masyarakat malas membayar," kata Mahfud Yunus kepada SINDO, Rabu (12/12/2012).
Kendati diakui, masyarakat sudah mengetahui dampak dari keterlambatan dari pembayaran rekening listrik tersebut.
"Saya yakin masyarakat mengatahui jika terlambat membayar akan didenda atau bahkan diputus, tetapi karena pelayanan PLN tidak maksimal, maka masyarakat acuh dengan aturan tersebut," paparnya.
Dia berharap PLN lebih bijaksana dalam bertindak, apalagi memutuskan aliran listrik bagi pelanggan yang baru menunggak 3 bulan.
(ysw)