Takut apes, pernikahan di triple twelve menurun
Rabu, 12 Desember 2012 - 11:20 WIB
Takut apes, pernikahan di triple twelve menurun
A
A
A
Sindonews.com - Pasangan yang menikah dengan memanfaatkan tanggal 12-12-2012 (triple twelve) ternyata tak banyak di Surabaya. Pasalnya, menurut kepercayaan, triple twelve ini bersamaan dengan bulan Muharram atau dalam penanggalan Jawa Bulan Suro. Berdasarkan kepercayaan, bulan tersebut tidak baik untuk memulai biduk rumah tangga.
Berdasarkan data di Kantor Urusan Agama Islam (Urais) Kementrian Agama (Kemenag) Kota Surabaya, tercatat hanya 27 pasangan yang melangsungkan pernikaan di angka cantik itu. Terbanyak, berada di KUA Kecamatan Wonkromo, ada lima pasangan, sedangkan di KUA lainnya rata-rata satu hingga dua pasang saja.
"Jumlahnya memang njomplang jika dibandingkan pada momen (11/11/11) yang mencapai 851 pasangan menikah se-Kota Surabaya. Hari ini hanya ada 27 Pasangan saja yang menikah," kata Staf Kasi Urais Kemenag Kota Surabaya A Zaki Yamami, di Kemenag Surabaya, Rabu (12/12/2012).
Zaki menduga sejumlah masyarakat masih menggunakan pemahaman Jawa yang beranggapan, Bulan Suro hal yang buruk untuk memulai hidup berumahtangga. Berbeda pada momen 11/11/11 tahun lalu, saat itu, bulannya bertepatan dengan Bulan Dzulhijjah atau dalam penanggalan Jawa disebut bulan Besar.
Zaki justru menyebut, jumlah pasangan yang akan menikah akan kembali meningkat pada hari Jumat 15 Desember 2012. Pada hari itu sudah memasuki bulan Safar dalam hitungan Jawa. Terhadap, pasangan yang menikah hari ini, kemungkinan meraka memiliki keyakinan lain berbeda dengan orang Jawa.
"Sebenarnya dalam Islam semua hari dan bulan adalah baik, yang penting adalah niatnya. Misalnya, membina rumah tangga didasari dengan niat yang mulia tentunya akan berakibat baik pula," tuturnya.
Meski saat ini adalah momen cantik, lanjutnya, para Penghulu di Kota Surabaya tidak sesibuk pada momen tahun lalu, karena saat ini jumlah pasangan yang menikah sedikit.
"Ya para penghulu sedikit nyantai daripada tahun lalu," tukasnya.
Berdasarkan data di Kantor Urusan Agama Islam (Urais) Kementrian Agama (Kemenag) Kota Surabaya, tercatat hanya 27 pasangan yang melangsungkan pernikaan di angka cantik itu. Terbanyak, berada di KUA Kecamatan Wonkromo, ada lima pasangan, sedangkan di KUA lainnya rata-rata satu hingga dua pasang saja.
"Jumlahnya memang njomplang jika dibandingkan pada momen (11/11/11) yang mencapai 851 pasangan menikah se-Kota Surabaya. Hari ini hanya ada 27 Pasangan saja yang menikah," kata Staf Kasi Urais Kemenag Kota Surabaya A Zaki Yamami, di Kemenag Surabaya, Rabu (12/12/2012).
Zaki menduga sejumlah masyarakat masih menggunakan pemahaman Jawa yang beranggapan, Bulan Suro hal yang buruk untuk memulai hidup berumahtangga. Berbeda pada momen 11/11/11 tahun lalu, saat itu, bulannya bertepatan dengan Bulan Dzulhijjah atau dalam penanggalan Jawa disebut bulan Besar.
Zaki justru menyebut, jumlah pasangan yang akan menikah akan kembali meningkat pada hari Jumat 15 Desember 2012. Pada hari itu sudah memasuki bulan Safar dalam hitungan Jawa. Terhadap, pasangan yang menikah hari ini, kemungkinan meraka memiliki keyakinan lain berbeda dengan orang Jawa.
"Sebenarnya dalam Islam semua hari dan bulan adalah baik, yang penting adalah niatnya. Misalnya, membina rumah tangga didasari dengan niat yang mulia tentunya akan berakibat baik pula," tuturnya.
Meski saat ini adalah momen cantik, lanjutnya, para Penghulu di Kota Surabaya tidak sesibuk pada momen tahun lalu, karena saat ini jumlah pasangan yang menikah sedikit.
"Ya para penghulu sedikit nyantai daripada tahun lalu," tukasnya.
(rsa)