Kawasan Minapolitan Kulonprogo terganjal anggaran
Rabu, 12 Desember 2012 - 09:49 WIB
Kawasan Minapolitan Kulonprogo terganjal anggaran
A
A
A
Sindonews.com - Realisasi pengembangan kawasan Minapolitan Kulonprogo mengambang. Ketiadaan anggaran membuat penyusunan rencana teknis kawasan itu urung dilakukan. Pemerintah daerah tidak mengalokasikan anggaran sepeser pun untuk kepentingan ini.
Kepala Bidang Perikanan dan Budidaya Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan Kulonprogo Eko Purwanto mengatakan, rencana pengembangan kawasan Minapolitan sudah disetujui Kementerian Kelautan dan Perikanan RI.
Bupati Kulonprogo juga sudah mengeluarkan surat keputusan lokasi. Di mana kawasan minapolitan akan dipusatkan di Kecamatan Nanggulan dan Wates serta wilayah di sekitarnya. Sebab, perikanan di kecamatan ini berkembang pesat, terutama budidaya lele dan gurami.
"Mewujudkan kawasan Minapolitan butuh anggaran yang besar. Saat ini, masih dalam tahap rencana, walaupun kegiatan budidaya ikan baik dari pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten sudah diarahkan ke kawasan itu," kata Eko, di Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan, Kulonprogo, Rabu (12/12/2012).
Dia menjelaskan, rencana induk pengembangan kawasan Minapolitan sebenarnya sudah siap. Hanya saja rencana teknisnya belum dibuat karena tidak ada anggaran. Pemerintah daerah tidak menganggarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Menurut dia, kawasan Minapolitan dikembangkan untuk mempercepat produsksi ikan di Kulonprogo. Pengembangan ini merupakan penjabaran dari visi-misi Kementerian Kelautan dan Perikanan, yakni Indonesia sebagai produsen ikan terbesar di dunia.
"Tujuan minapolitan yakni memanfaatkan lahan kering milik masyarakat untuk membangun ekonomi melalui perikanan darat. Untuk jangka panjangnya mampu meningkatkan produksi ikan di Kulonprogo," katanya.
Manfaat dari kawasan Minapolitan, tambah dia, yakni memgembangkan kegiatan perikanan melalui sentra-sentra produksi. Cara ini dapat mengatur semua Hal yang berkaitan seperti harga, penjualan atau pemasaran hingga pembenihan.
Kepala Bidang Perikanan dan Budidaya Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan Kulonprogo Eko Purwanto mengatakan, rencana pengembangan kawasan Minapolitan sudah disetujui Kementerian Kelautan dan Perikanan RI.
Bupati Kulonprogo juga sudah mengeluarkan surat keputusan lokasi. Di mana kawasan minapolitan akan dipusatkan di Kecamatan Nanggulan dan Wates serta wilayah di sekitarnya. Sebab, perikanan di kecamatan ini berkembang pesat, terutama budidaya lele dan gurami.
"Mewujudkan kawasan Minapolitan butuh anggaran yang besar. Saat ini, masih dalam tahap rencana, walaupun kegiatan budidaya ikan baik dari pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten sudah diarahkan ke kawasan itu," kata Eko, di Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan, Kulonprogo, Rabu (12/12/2012).
Dia menjelaskan, rencana induk pengembangan kawasan Minapolitan sebenarnya sudah siap. Hanya saja rencana teknisnya belum dibuat karena tidak ada anggaran. Pemerintah daerah tidak menganggarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Menurut dia, kawasan Minapolitan dikembangkan untuk mempercepat produsksi ikan di Kulonprogo. Pengembangan ini merupakan penjabaran dari visi-misi Kementerian Kelautan dan Perikanan, yakni Indonesia sebagai produsen ikan terbesar di dunia.
"Tujuan minapolitan yakni memanfaatkan lahan kering milik masyarakat untuk membangun ekonomi melalui perikanan darat. Untuk jangka panjangnya mampu meningkatkan produksi ikan di Kulonprogo," katanya.
Manfaat dari kawasan Minapolitan, tambah dia, yakni memgembangkan kegiatan perikanan melalui sentra-sentra produksi. Cara ini dapat mengatur semua Hal yang berkaitan seperti harga, penjualan atau pemasaran hingga pembenihan.
(rsa)