Primadona Wisma Puja, dibunuh teman kencan
Selasa, 11 Desember 2012 - 22:32 WIB
Primadona Wisma Puja, dibunuh teman kencan
A
A
A
Sindonews.com - Seorang wanita pekerja seks komersial (PSK), Yanti (22) warga Sukabumi, Provinsi Jawa Barat yang menjadi primadona di Wisma Puja eks lokalisasi Teratai Putri Kampung Baru, Kecamatan Sukarami Palembang ditemukan tewas terlentang di kamar nomor lima wismanya.
Diduga korban dibunuh teman kencannya seorang lelaki hidung belang dengan cara menghantam wajah korban menggunakan benda tumpul. Pasalnya saat ditemukan, kondisi korban mengenaskan, dengan pelipis mata kiri robek serta hidung dan mulut korban terus mengeluarkan darah.
Saat ini jenazah korban sudah dibawa ke kamar jenazah RSUP Dr Mohammad Hoesin Palembang, guna divisum lebih lanjut dan menunggu pihak keluarga korban mengambil jenazah. Sedangkan empat saksi termasuk mami wisma sudah dibawa ke Polsekta Sukarami Palembang guna diperiksa.
Kapolsekta Sukarami Palembang Kompol Imam Tarmudi didampingi Kanit Reskrim Iptu Hanys Pamungkas Subandrio mengatakan, penemuan mayat korban berawal dari kecurigaan teman se wisma korban yang melihat pintu kamar wisma korban sejak pukul 15.00 WIB hingga 18.00 WIB, terkunci dari luar.
”Selanjutnya teman korban Ayu dan Fitri melaporkan hal itu ke pemiliki wisma Yeni (52). Kemudian Yeni bersama petugas keamanannya mendobrak pintu kamar korban,” ungkap Imam ditemui di TKP, Selasa (11/12/2012) malam.
Betapa kaget Yeni dan teman-teman korban ketika mengetahui, korban sudah tewas bersimbah darah dengan posisi terlentang.
”Dari pengakuan saksi Yeni, memang sekitar pukul 15.00 WIB ada langganan korban, memboking korban. Namun Yeni tidak tahu jam berapa tamu itu keluar dari kamar korban, karena sebagaimana peraturan di wisma, itu, tamu cukup bayar uang ke wanita yang dibokingnya saja, tidak usah melalui kasir,” paparnya.
Perwira melati satu ini menambahkan, sejauh ini pihaknya masih memeriksa intensif para saksi, guna membantu mengungkap siapa pelaku pembunuhan tersebut.
”Termasuk kita masih mengejar informasi, bahwa pelaku datang menggunakan sepeda motor dengan temannya yang menunggu motor di depan wisma. Kita akan kejar informasi itu, termasuk ciri-ciri pelaku yang katanya badanya kecil hitam,” tandasnya.
Imam menambahkan, pihaknya juga masih menunggu perkembangan hasil visum dari pihak kamar jenazah RSMH Palembang.
”Kita ingin pastikan penyebab korban tewas. Di kamar korban atau TKP, kita temukan sebuah kondom tanpa cairan serta barang-barang korban yang sudah diobark-abrik pelaku. Diduga usai membunuh korban, pelaku masih sempat mencari barang berharga milik korban,” pungkasnya.
Sementara itu, pemilik wisma Puja Yeni mengatakan, korban Yanti baru satu bulan bekerja di wismanya.
”Kami tidak tahu siapa saja pelanggannya, namun yang jelas korban meski baru sudah banyak pelangganya disini. Mungkin karena dia (korban) cantik dan badanya tinggi semampai,” ungkap Yeni ditemui di TKP.
Pasca pembunuhan ini Yeni mengaku siap bekerjsama dengan aparat Polsekta Sukarami guna memberikan informasi.
”Saya tidak akan bukan wisma dulu, sampai polisi bilang boleh bukak lagi. Mudah-mudahan pelaku pembunuhan Yanti cepat ditangkap,” pungkasnya.
Diduga korban dibunuh teman kencannya seorang lelaki hidung belang dengan cara menghantam wajah korban menggunakan benda tumpul. Pasalnya saat ditemukan, kondisi korban mengenaskan, dengan pelipis mata kiri robek serta hidung dan mulut korban terus mengeluarkan darah.
Saat ini jenazah korban sudah dibawa ke kamar jenazah RSUP Dr Mohammad Hoesin Palembang, guna divisum lebih lanjut dan menunggu pihak keluarga korban mengambil jenazah. Sedangkan empat saksi termasuk mami wisma sudah dibawa ke Polsekta Sukarami Palembang guna diperiksa.
Kapolsekta Sukarami Palembang Kompol Imam Tarmudi didampingi Kanit Reskrim Iptu Hanys Pamungkas Subandrio mengatakan, penemuan mayat korban berawal dari kecurigaan teman se wisma korban yang melihat pintu kamar wisma korban sejak pukul 15.00 WIB hingga 18.00 WIB, terkunci dari luar.
”Selanjutnya teman korban Ayu dan Fitri melaporkan hal itu ke pemiliki wisma Yeni (52). Kemudian Yeni bersama petugas keamanannya mendobrak pintu kamar korban,” ungkap Imam ditemui di TKP, Selasa (11/12/2012) malam.
Betapa kaget Yeni dan teman-teman korban ketika mengetahui, korban sudah tewas bersimbah darah dengan posisi terlentang.
”Dari pengakuan saksi Yeni, memang sekitar pukul 15.00 WIB ada langganan korban, memboking korban. Namun Yeni tidak tahu jam berapa tamu itu keluar dari kamar korban, karena sebagaimana peraturan di wisma, itu, tamu cukup bayar uang ke wanita yang dibokingnya saja, tidak usah melalui kasir,” paparnya.
Perwira melati satu ini menambahkan, sejauh ini pihaknya masih memeriksa intensif para saksi, guna membantu mengungkap siapa pelaku pembunuhan tersebut.
”Termasuk kita masih mengejar informasi, bahwa pelaku datang menggunakan sepeda motor dengan temannya yang menunggu motor di depan wisma. Kita akan kejar informasi itu, termasuk ciri-ciri pelaku yang katanya badanya kecil hitam,” tandasnya.
Imam menambahkan, pihaknya juga masih menunggu perkembangan hasil visum dari pihak kamar jenazah RSMH Palembang.
”Kita ingin pastikan penyebab korban tewas. Di kamar korban atau TKP, kita temukan sebuah kondom tanpa cairan serta barang-barang korban yang sudah diobark-abrik pelaku. Diduga usai membunuh korban, pelaku masih sempat mencari barang berharga milik korban,” pungkasnya.
Sementara itu, pemilik wisma Puja Yeni mengatakan, korban Yanti baru satu bulan bekerja di wismanya.
”Kami tidak tahu siapa saja pelanggannya, namun yang jelas korban meski baru sudah banyak pelangganya disini. Mungkin karena dia (korban) cantik dan badanya tinggi semampai,” ungkap Yeni ditemui di TKP.
Pasca pembunuhan ini Yeni mengaku siap bekerjsama dengan aparat Polsekta Sukarami guna memberikan informasi.
”Saya tidak akan bukan wisma dulu, sampai polisi bilang boleh bukak lagi. Mudah-mudahan pelaku pembunuhan Yanti cepat ditangkap,” pungkasnya.
(ysw)