Lamban tangani longsor Cilebut, 'Oneng' kritisi Aher
Selasa, 11 Desember 2012 - 14:05 WIB
Lamban tangani longsor Cilebut, 'Oneng' kritisi Aher
A
A
A
Sindonews.com - Rieke Diah Pitaloka alias 'Oneng' Calon Gubernur Jawa Barat dari PDIP menilai, kinerja Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) lamban dalam mengatasi longsor, yang memutuskan rel jalur II Kereta Rel Listrik (KRL) di Kampung Babakan Sirna, Desa Cilebut Timur, Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Menurutnya, sebagai gubernur aktif, Aher seharusnya memiliki kemampuan, untuk menyelesaikan permasalahan longsor yang terjadi di Kampung Babakan Sirna, Desa Cilebut Timur, Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Bukan sekedar berkunjung ke lokasi, tapi harus ada upaya nyata dalam menangani longsor di antara Stasiun Cilebut dan Bojonggede ini.
"Percuma PT KAI memperbaiki rel longsor, kalau sumber atau akar dari penyebab longsor, meluapnya Kali Baru tidak dibenahi," jelas Oneng saat meninjau lokasi longsor Cilebut, Selasa (11/12/2012).
Oneng mengatakan, Gubernur Jabar selaku kepala daerah seharusnya berupaya keras, agar kejadian serupa tidak terjadi lagi.
"Jangan-jangan perbaikan ini hanya akal-akalan untuk menghabiskan anggaran melalui proyek-proyek perbaikan," katanya.
Ia mengaku, pengerukan atau normalisasi Kali Baru yang diduga kuat menjadi penyebab longsor Cilebut ini, wewenang Balai Pengelolaan Sumber Daya Air (BPSDA) Jawa Barat.
"Saya sebagai anggota DPR akan segera mendesak, agar instansi terkait segera melakukan normalisasi Kali Baru yang hingga saat ini tidak ada pengerukan," tandasnya.
Sekedar diketahui, beberapa hari setelah terjadinya bencana tanah longsor, Aher sempat menjanjikan segera merelokasi warga yang terkena longsor, dan melakukan normalisasi Kali Baru.
Namun hingga saat ini, sudah hampir sebulan paska kejadian longsor, tidak terlihat dari instansi terkait, baik di lingkungan Provinsi Jawa Barat maupun Pemkab Bogor yang melakukan normalisasi terhadap kali baru.
Menurutnya, sebagai gubernur aktif, Aher seharusnya memiliki kemampuan, untuk menyelesaikan permasalahan longsor yang terjadi di Kampung Babakan Sirna, Desa Cilebut Timur, Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Bukan sekedar berkunjung ke lokasi, tapi harus ada upaya nyata dalam menangani longsor di antara Stasiun Cilebut dan Bojonggede ini.
"Percuma PT KAI memperbaiki rel longsor, kalau sumber atau akar dari penyebab longsor, meluapnya Kali Baru tidak dibenahi," jelas Oneng saat meninjau lokasi longsor Cilebut, Selasa (11/12/2012).
Oneng mengatakan, Gubernur Jabar selaku kepala daerah seharusnya berupaya keras, agar kejadian serupa tidak terjadi lagi.
"Jangan-jangan perbaikan ini hanya akal-akalan untuk menghabiskan anggaran melalui proyek-proyek perbaikan," katanya.
Ia mengaku, pengerukan atau normalisasi Kali Baru yang diduga kuat menjadi penyebab longsor Cilebut ini, wewenang Balai Pengelolaan Sumber Daya Air (BPSDA) Jawa Barat.
"Saya sebagai anggota DPR akan segera mendesak, agar instansi terkait segera melakukan normalisasi Kali Baru yang hingga saat ini tidak ada pengerukan," tandasnya.
Sekedar diketahui, beberapa hari setelah terjadinya bencana tanah longsor, Aher sempat menjanjikan segera merelokasi warga yang terkena longsor, dan melakukan normalisasi Kali Baru.
Namun hingga saat ini, sudah hampir sebulan paska kejadian longsor, tidak terlihat dari instansi terkait, baik di lingkungan Provinsi Jawa Barat maupun Pemkab Bogor yang melakukan normalisasi terhadap kali baru.
(stb)