Gubernur kirim tim mitigasi atasi longsor Sukabumi
Selasa, 11 Desember 2012 - 12:32 WIB
Gubernur kirim tim mitigasi atasi longsor Sukabumi
A
A
A
Sindonews.com - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyampaikan bela sungkawanya terhadap korban longsor di Gunung Buleud, Kampung Cibongbong, Desa Sirnaresmi, Cisolok, Sukabumi, Jawa Barat (Jabar). Diperkirakan 21 orang masih tertimbun longsoran tambang emas tersebut.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar sudah mengirimkan tim penanganan bencana (mitigasi) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar.
"Mitigasi bencana sudah kita kirim, BPBD kita gesit. Penyelesaian juga dilakukan dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi," kata Ahmad Heryawan, di Bandung, Jabar, Selasa (11/12/2012).
Heryawan berharap, tim tersebut bisa melakukan pencarian dan mengantisipasi kemungkinan terjadi longsor susulan. Pihaknya juga siap memberi bantuan apa pun yang diharapkan masyarakat korban bencana Kabupaten Sukabumi.
"Bantuan segala macam yang diperlukan kita kirim," ucapnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, agar masyarakat bisa menghindari tempat rawan bencana khususnya longsor. Musim hujan harus menjadi pertanda bahwa bencana longsor kemungkinan terjadi.
"Misalnya jika ada dataran tinggi, di bawahnya harus hati-hati longsor. Begitu juga kepada para petugas BPBD atau relawan, supaya bisa kerja sebaik mungkin, supaya bisa melakukan penyelamatan," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, longsor tersebut terjadi pada Senin 10 Desember sekira pukul 16.30 WIB. Longsor menimbulkan banyak korban, satu orang meninggal, satu orang luka, dan baru ditemukan lima orang. Diperkirakan korban yang belum ditemukan berjumlah 21 orang.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar sudah mengirimkan tim penanganan bencana (mitigasi) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar.
"Mitigasi bencana sudah kita kirim, BPBD kita gesit. Penyelesaian juga dilakukan dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi," kata Ahmad Heryawan, di Bandung, Jabar, Selasa (11/12/2012).
Heryawan berharap, tim tersebut bisa melakukan pencarian dan mengantisipasi kemungkinan terjadi longsor susulan. Pihaknya juga siap memberi bantuan apa pun yang diharapkan masyarakat korban bencana Kabupaten Sukabumi.
"Bantuan segala macam yang diperlukan kita kirim," ucapnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, agar masyarakat bisa menghindari tempat rawan bencana khususnya longsor. Musim hujan harus menjadi pertanda bahwa bencana longsor kemungkinan terjadi.
"Misalnya jika ada dataran tinggi, di bawahnya harus hati-hati longsor. Begitu juga kepada para petugas BPBD atau relawan, supaya bisa kerja sebaik mungkin, supaya bisa melakukan penyelamatan," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, longsor tersebut terjadi pada Senin 10 Desember sekira pukul 16.30 WIB. Longsor menimbulkan banyak korban, satu orang meninggal, satu orang luka, dan baru ditemukan lima orang. Diperkirakan korban yang belum ditemukan berjumlah 21 orang.
(maf)