Warga pesisir mulai lupakan ancaman tsunami
Senin, 10 Desember 2012 - 22:52 WIB
Warga pesisir mulai lupakan ancaman tsunami
A
A
A
Sindonews.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tulungagung mengingatkan kembali akan bahaya tsunami pada warga yang bertempat tinggal di wilayah pesisir selatan. Sebab, tidak sedikit warga yang sudah melupakan bagaimana tsunami mengancam.
“Ini tentunya bahaya. Sebab warga yang berhadapan langsung dengan musibah alam tersebut,“ ujar Kepala BPBD Kabupaten Tulungagung Agus Purwanto kepada wartawan, Senin (10/12/2012).
Untuk membangkitkan ingatan, BPBD Tulungagung bersama BPBD Jatim serta aparat kepolisian dan TNI menggelar simulasi di kawasan pantai selatan Sine, Kecamatan Kalidawir.
Ada sekitar 500-an warga dilibatkan. Secara tekhnis, warga diberikan pemahaman ulang bagaimana mengenali gejala perubahan alam. Gempa bumi yang disusul fenomena surutnya air laut.
“Jika sudah seperti itu, warga diingatkan kembali bagaimana segera mencari dataran yang lebih tinggi,“ terang Agus.
Aparat pemerintahan dan keamanan juga disiagakan. Mereka diarahkan untuk tanggap dan terampil dalam mengambil setiap tindakan. Mungkin karena kelelahan, sejumlah warga ada yang pingsan.
“Setidaknya kegiatan (simulasi) yang kita lakukan bisa meningkatkan kewaspadaan warga,“ paparnya.
Selain di pantai selatan Sine, BPBD rencananya juga akan menggelar kegiatan serupa di seluruh kawasan pantai selatan. Sebab seluruh warga yang berada di sana akan mengalami ancaman alam yang serupa.
Karsono (54) warga setempat mengaku senang dengan kegiatan preventif yang dilakukan. Sebab, dengan begitu warga yang setiap harinya disibukkan dengan mata pencaharian sebagai nelayan akan waspada kembali.
“Dalam penyelamatan itu, orang tua, anak-anak dan perempuan yang harus diutamakan,“ ujarnya.
“Ini tentunya bahaya. Sebab warga yang berhadapan langsung dengan musibah alam tersebut,“ ujar Kepala BPBD Kabupaten Tulungagung Agus Purwanto kepada wartawan, Senin (10/12/2012).
Untuk membangkitkan ingatan, BPBD Tulungagung bersama BPBD Jatim serta aparat kepolisian dan TNI menggelar simulasi di kawasan pantai selatan Sine, Kecamatan Kalidawir.
Ada sekitar 500-an warga dilibatkan. Secara tekhnis, warga diberikan pemahaman ulang bagaimana mengenali gejala perubahan alam. Gempa bumi yang disusul fenomena surutnya air laut.
“Jika sudah seperti itu, warga diingatkan kembali bagaimana segera mencari dataran yang lebih tinggi,“ terang Agus.
Aparat pemerintahan dan keamanan juga disiagakan. Mereka diarahkan untuk tanggap dan terampil dalam mengambil setiap tindakan. Mungkin karena kelelahan, sejumlah warga ada yang pingsan.
“Setidaknya kegiatan (simulasi) yang kita lakukan bisa meningkatkan kewaspadaan warga,“ paparnya.
Selain di pantai selatan Sine, BPBD rencananya juga akan menggelar kegiatan serupa di seluruh kawasan pantai selatan. Sebab seluruh warga yang berada di sana akan mengalami ancaman alam yang serupa.
Karsono (54) warga setempat mengaku senang dengan kegiatan preventif yang dilakukan. Sebab, dengan begitu warga yang setiap harinya disibukkan dengan mata pencaharian sebagai nelayan akan waspada kembali.
“Dalam penyelamatan itu, orang tua, anak-anak dan perempuan yang harus diutamakan,“ ujarnya.
(ysw)