Depresi berkepanjangan penyebab bunuh diri

Senin, 10 Desember 2012 - 22:50 WIB
Depresi berkepanjangan...
Depresi berkepanjangan penyebab bunuh diri
A A A
Sindonews.com – Berdasarkan penilaian Psikolog dari Universitas Indonesia (UI) Adriana S Ginanjar, depresi yang berkepanjang bisa mengakibatkan seseorang melakukan aksi bunuh diri.

Menurutnya, langkah menghabisi nyawanya sendiri tidaklah mengenal strata sosial. Artinya, dapat terjadi pada siapapun dan dari kalangan manapun. Tak terkecuali juga pada diri seorang dokter cantik di Depok. Ironisnya, sang dokter pun sedang mengandung bayi berusia sembilan bulan.

"Penyebab bunuh diri tipikal itu banyak mengarah ke perilaku depresi cukup lama, atau putus asa. Sehingga seseorang merasa dirinya tidak bermakna," kata Psikolog dari Universitas Indonesia (UI) Adriana S Ginanjar, Senin (10/12/2012).

Seseorang dengan sifat tertutup (introvert), tidak terlihat memiliki masalah secara kasat mata. Karena masalah kerap dirasakan dan ditelan sendiri. Namun, dibalik semua itu, tumpukan masalah dicoba untuk dapat diatasi sendiri. Misalnya, perihal dia pernah berhubungan dengan seseorang di masa lalu atau dia berada dalam keluarga yang kurang harmonis. Namun semua itu, dia coba untuk dihadapi sendiri.

"Sehingga dari luar diampak bahagia karena sifat introvert terlihat tidak memiliki masalah," tukasnya.

Kemudian, upaya bunuh diri juga dapat digolongkan dalam perilaku yang direncanakan. Dalam bagian ini, seseorang terlebih dahulu sudah memiliki rencana akan bunuh diri. Bahkan, seseorang hingga membuka internet untuk mengetahui cara untuk bunuh diri.

Perbedaan mendasar antara upaya bunuh diri tipikal, dan direncanakan dapat dilihat dari cara seseorang menghabisi nyawanya.

"Biasanya orang yang bunuh diri dengan direncanakan mencari cara yang tidak menyakiti dirinya, dengan obat-obatan, bukan dengan menusuk diri. Kalau sudah depresi berat barulah menggunakan tali dan ini tetap ada tahap perencanaan," jelas Adriana.

Untuk itu peran orang sekeliling sangat membantu mencegah seseorang untuk bunuh diri. Sifat-sifat yang tidak biasa perlu diwaspadai. Misalnya, seseorang berubah menjadi senang menyendiri.

"Kalau sudah seperti ini harus lebih banyak ditemani dan diperhatikan. Kalau ada orang di sekitar kita, yang berubah sikap coba diperhatikan. Ajak dia untuk sekedar makan, jalan-jalan untuk menghibur dia, sehingga tidak melakukan tindakan merugikan dirinya," tutup Adriana.
(stb)
Berita Terkait
Bom Bunuh Diri di Somalia...
Bom Bunuh Diri di Somalia Tewaskan 32 Orang
Rumah Lokasi Brigadir...
Rumah Lokasi Brigadir RAT Tewas Dihuni Pengusaha Tambang
Mengenal Kapsul Bunuh...
Mengenal Kapsul Bunuh Diri Sarco: Teknologi Kontroversial yang Menggemparkan Dunia
Ciri Orang Hampir Bunuh...
Ciri Orang Hampir Bunuh Diri, Begini Cara Mencegahnya
Minta Polisi Usut Tuntas...
Minta Polisi Usut Tuntas Kematian Brigadir RAT, Kompolnas: Pastikan Bunuh Diri atau Tidak
Refleksi dari Kasus...
Refleksi dari Kasus Meninggalnya Siswa SD di NTT, Anak Tak Selalu Mampu Ungkap Perasaannya
Berita Terkini
Perkuat Konektivitas...
Perkuat Konektivitas dan Kesejahteraan Masyarakat Riau, Kapolri Resmikan 80 Jembatan Merah Putih Presisi
1 jam yang lalu
Update Kebakaran TPA...
Update Kebakaran TPA Jatiwaringin Tangerang, Titik Api Tersisa 30 Persen
1 jam yang lalu
Telkom Runners Teguhkan...
Telkom Runners Teguhkan Semangat BISA pada Peringatan HUT Ke-61 Telkom Indonesia
1 jam yang lalu
Tragis! Pria Ditemukan...
Tragis! Pria Ditemukan Tewas Akibat Terjepit Lift di Ruko Roxy Mas Jakpus
2 jam yang lalu
Perkuat Basis Elektoral...
Perkuat Basis Elektoral melalui Ketokohan dan Pelayanan Masyarakat di Sulsel, Perindo Siapkan Kader Pemimpin Masa Depan
2 jam yang lalu
Kunjungi Candi Prambanan,...
Kunjungi Candi Prambanan, Prabowo Pamerkan Mahakarya Peradaban Dunia ke PM Modi
3 jam yang lalu
Infografis
Terungkap Penyebab Ukraina...
Terungkap Penyebab Ukraina Tembak Jet Tempur F-16 Miliknya Sendiri
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved