Perilaku agresif muncul karena tekanan besar
Senin, 10 Desember 2012 - 20:53 WIB
Perilaku agresif muncul karena tekanan besar
A
A
A
Sindonews.com - Psikolog dari Universitas Indonesia (UI) Adriana S Ginanjar menilai, tekanan tinggi yang dialami seseorang berpotensi memicu agresifitas. Dalam kasus yang dialami Nanus memiliki banyak tekanan hidup.
Mulai dari persoalan ekonomi keluarga, hingga masa lalu kelam yang dialami.
"Dalam kondisi tekanan yang tinggi dan marah maka dia tidak sadar. Dia lupa, yang ditusuk adalah ayahnya sendiri," kata Adriana.
Dalam hal ini, tekanan sosial ekonomi Nanus berperan cukup besar dan memicu dirinya berbuat nekat. Termasuk dendam yang dipendam sejak kecil dan dalam waktu lama.
"Sebagai kepala rumah tangga, pasti dia memiliki keinginan untuk menafkahi keluarga namun tidak dapat dilakukan. Ditambah, perilaku yang diterimanya sejak kecil," tandasnya.
Kondisi rumah yang tidak menyenangkan, serta sejarah kelam hidupnya membuat Nanus berbuat agresif. Bagaimana dia diperlakukan juga menjadi faktor pendukung. Dicontohkan, bagaimana anak bersikap terhadap orang tua, tergantung bagaimana interaksi dengan keluarga.
"Kalau orang tua suka menyakiti, bisa menimbulkan agresifitas berlebih ketika dia berada dalam tekanan," ucap Adriana.
Sampai pada tindakan Nanus menusuk ayahknya, sambung dia, dianggap sebagai pribadi yang tidak dapat mengontrol diri.
"Kalau dia bisa mengatur dirinya, pasti dia tidak bersikap seperti itu," ungkapnya.
Mulai dari persoalan ekonomi keluarga, hingga masa lalu kelam yang dialami.
"Dalam kondisi tekanan yang tinggi dan marah maka dia tidak sadar. Dia lupa, yang ditusuk adalah ayahnya sendiri," kata Adriana.
Dalam hal ini, tekanan sosial ekonomi Nanus berperan cukup besar dan memicu dirinya berbuat nekat. Termasuk dendam yang dipendam sejak kecil dan dalam waktu lama.
"Sebagai kepala rumah tangga, pasti dia memiliki keinginan untuk menafkahi keluarga namun tidak dapat dilakukan. Ditambah, perilaku yang diterimanya sejak kecil," tandasnya.
Kondisi rumah yang tidak menyenangkan, serta sejarah kelam hidupnya membuat Nanus berbuat agresif. Bagaimana dia diperlakukan juga menjadi faktor pendukung. Dicontohkan, bagaimana anak bersikap terhadap orang tua, tergantung bagaimana interaksi dengan keluarga.
"Kalau orang tua suka menyakiti, bisa menimbulkan agresifitas berlebih ketika dia berada dalam tekanan," ucap Adriana.
Sampai pada tindakan Nanus menusuk ayahknya, sambung dia, dianggap sebagai pribadi yang tidak dapat mengontrol diri.
"Kalau dia bisa mengatur dirinya, pasti dia tidak bersikap seperti itu," ungkapnya.
(stb)