Lokasi semburan gas dipasang garis polisi
Senin, 10 Desember 2012 - 17:23 WIB
Lokasi semburan gas dipasang garis polisi
A
A
A
Sindonews.com - Lokasi semburan gas yang keluar dari sumur bor yang dibuat seorang warga Jalan Gunung Lingai, Gang baru 2 RT 09, Kelurahan Gunung Lingai, Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) kini telah dipasang garis polisi.
Hal ini untuk menjaga agar tidak terjadi kemungkinan terburuk sampai ada penanganan dari instansi terkait.
Kapolsek Samarinda Utara Kompol Musliadi mengatakan, pemasangan garis polisi agar masyarakat tidak terlalu dekat dengan lokasi semburan. Sebab belum diketahui apakah gas yang keluar merupakan gas berbahaya. Namun yang jelas gas tersebut mudah terbakar.
"Sudah kita koordinasikan dengan Badan Penanggulangan Bencana dan instansi terkait. Soal gas itu berbahaya atau tidak, kami masih menunggu hasil pemeriksaan instansi yang berwenang," kata Musliadi di lokasi, Senin (10/12/2012).
Di lokasi semburan juga sudah ada Dinas Pertambangan Kota Samarinda. Mereka langsung melakukan pemantauan. Warga kemudian diimbau agar tidak mendekat untuk menghindari kemungkinan buruk. Warga juga secara sadar tidak menyalakan api di dekat lokasi semburan.
Seperti diberitakan sebelumnya, semburan air bercampur lumpur keluar saat warga membuat sumur bor. Tidak hanya itu, gas juga ikut keluar cukup deras. Setelah diuji warga, gas ini mudah terbakar.
Hal ini untuk menjaga agar tidak terjadi kemungkinan terburuk sampai ada penanganan dari instansi terkait.
Kapolsek Samarinda Utara Kompol Musliadi mengatakan, pemasangan garis polisi agar masyarakat tidak terlalu dekat dengan lokasi semburan. Sebab belum diketahui apakah gas yang keluar merupakan gas berbahaya. Namun yang jelas gas tersebut mudah terbakar.
"Sudah kita koordinasikan dengan Badan Penanggulangan Bencana dan instansi terkait. Soal gas itu berbahaya atau tidak, kami masih menunggu hasil pemeriksaan instansi yang berwenang," kata Musliadi di lokasi, Senin (10/12/2012).
Di lokasi semburan juga sudah ada Dinas Pertambangan Kota Samarinda. Mereka langsung melakukan pemantauan. Warga kemudian diimbau agar tidak mendekat untuk menghindari kemungkinan buruk. Warga juga secara sadar tidak menyalakan api di dekat lokasi semburan.
Seperti diberitakan sebelumnya, semburan air bercampur lumpur keluar saat warga membuat sumur bor. Tidak hanya itu, gas juga ikut keluar cukup deras. Setelah diuji warga, gas ini mudah terbakar.
(ysw)