Dua pekan, 56 anak dirawat karena diare
Senin, 10 Desember 2012 - 16:44 WIB
Dua pekan, 56 anak dirawat karena diare
A
A
A
Sindonews.com – Memasuki musim penghujan, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) mulai didera wabah diare. Dalam dua pekan, 56 anak terpaksa dirawat.
Kepala Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Polman, Edi Siswanto mengatakan setiap hari, pihaknya menerima pasien penderita diare. Bahkan, dalam dua pekan terakhir ada 56 pasien anak-anak dirawat karena menderita diare.
“Jumlah ini belum termasuk pasien yang dirawat di Puskesmas,” singkat Edi Siswanto di RSUD Polman, Senin (10/12/2012).
Membludaknya pasien penderita diare itu membuat RSUD tak mampu menampung pasien. Sejumlah pasien terpaksa dirawat berdesakan. Bangsal perawatan anak yang seharusnya menampung lima pasien terpaksa di isi hingga 10 pasien.
Selebihnya, pihak rumah sakit memanfaatkan gedung yang masih dalam proses pembangunan untuk menampung mereka. Meski, fasilitasnya masih minim.
Ditemui terpisah, Lukmawati (28) warga Kecamatan Wonomulyo, salah satu ibu pasien mengatakan anaknya mulai merasakan sakit perut sejak dua hari terakhir.
“Sedikit-sedikit buang air. Bahkan, kondisi ini membuat anaknya tidak bisa tidur nyenyak karena selalu menangis,” ujarnya saat ditemui SINDO di ruang perawatan RSUD Polman, Senin (10/12/2012).
Dengan kondisi anaknya yang tak kunjung membaik, akhirnya ia memutuskan untuk membawa anaknya ke rumah sakit agar mendapatkan perawatan intensif.
Pantauan SINDO, puluhan anak yang menderita diare (sakit perut) tersebut berasal kalangan anak-anak mulai dari umur lima bulan hingga tujuh tahun.
Kepala Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Polman, Edi Siswanto mengatakan setiap hari, pihaknya menerima pasien penderita diare. Bahkan, dalam dua pekan terakhir ada 56 pasien anak-anak dirawat karena menderita diare.
“Jumlah ini belum termasuk pasien yang dirawat di Puskesmas,” singkat Edi Siswanto di RSUD Polman, Senin (10/12/2012).
Membludaknya pasien penderita diare itu membuat RSUD tak mampu menampung pasien. Sejumlah pasien terpaksa dirawat berdesakan. Bangsal perawatan anak yang seharusnya menampung lima pasien terpaksa di isi hingga 10 pasien.
Selebihnya, pihak rumah sakit memanfaatkan gedung yang masih dalam proses pembangunan untuk menampung mereka. Meski, fasilitasnya masih minim.
Ditemui terpisah, Lukmawati (28) warga Kecamatan Wonomulyo, salah satu ibu pasien mengatakan anaknya mulai merasakan sakit perut sejak dua hari terakhir.
“Sedikit-sedikit buang air. Bahkan, kondisi ini membuat anaknya tidak bisa tidur nyenyak karena selalu menangis,” ujarnya saat ditemui SINDO di ruang perawatan RSUD Polman, Senin (10/12/2012).
Dengan kondisi anaknya yang tak kunjung membaik, akhirnya ia memutuskan untuk membawa anaknya ke rumah sakit agar mendapatkan perawatan intensif.
Pantauan SINDO, puluhan anak yang menderita diare (sakit perut) tersebut berasal kalangan anak-anak mulai dari umur lima bulan hingga tujuh tahun.
(ysw)