Diterjang angin, tembok sekolah ambruk
Senin, 10 Desember 2012 - 15:25 WIB
Diterjang angin, tembok sekolah ambruk
A
A
A
Sindonews.com - Hujan disertai angin yang berlangsung selama satu jam membuat tembok SDN Randupitu Kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan ambruk. Ironisnya, bangunan ini masih dalam tahap pengerjaan.
Meski tidak ada korban, robohnya tembok gedung baru ini menimpa genteng gedung PAUD yang berada disebelahnya. Pembangunan gedung yang dikerjakan CV Mandat ini semestinya sudah selesai pada 25 November 2012 lalu.
Menurut Rusjalil, guru pendidikan jasmani, robohnya bangunan ini membuat murid dan guru khawatir. Pasalnya, kualitas bangunan yang akan dipergunakan untuk kelas tiga tersebut diyakini tidak sesuai bestek.
"Sejak awal kami tidak pernah dilibatkan dalam rencana pembangunan. Kami khawatir bangunan ini ambruk ketika digunakan," kata Rusjalil di sekolah, Senin (10/12/2012).
Pihaknya berharap, tembok sekolah yang ambruk segera diperbaiki. Terhadap bangunan yang lain yang dalam pengerjaan hendaknya juga dilakukan pengawasan.
Zainal, pelaksana proyek SD senilai Rp184 juta berkelit, robohnya bangunan ini bukan disebabkan kualitas yang buruk. Namun karena disebabkan faktor alam.
Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Pasuruan, Niek Sugiharti, menyatakan akan menindaklanjuti robohnya bangunan sekolah tersebut.
Pihaknya akan meminta keterangan Dinas Pendidikan untuk mengklarifikasi pengawasan yang telah dilakukan.
"Kami akan meminta keterangan untuk mengetahui penyebab ambruknya tembok sekolah," kata Niek Sugiharti.
Meski tidak ada korban, robohnya tembok gedung baru ini menimpa genteng gedung PAUD yang berada disebelahnya. Pembangunan gedung yang dikerjakan CV Mandat ini semestinya sudah selesai pada 25 November 2012 lalu.
Menurut Rusjalil, guru pendidikan jasmani, robohnya bangunan ini membuat murid dan guru khawatir. Pasalnya, kualitas bangunan yang akan dipergunakan untuk kelas tiga tersebut diyakini tidak sesuai bestek.
"Sejak awal kami tidak pernah dilibatkan dalam rencana pembangunan. Kami khawatir bangunan ini ambruk ketika digunakan," kata Rusjalil di sekolah, Senin (10/12/2012).
Pihaknya berharap, tembok sekolah yang ambruk segera diperbaiki. Terhadap bangunan yang lain yang dalam pengerjaan hendaknya juga dilakukan pengawasan.
Zainal, pelaksana proyek SD senilai Rp184 juta berkelit, robohnya bangunan ini bukan disebabkan kualitas yang buruk. Namun karena disebabkan faktor alam.
Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Pasuruan, Niek Sugiharti, menyatakan akan menindaklanjuti robohnya bangunan sekolah tersebut.
Pihaknya akan meminta keterangan Dinas Pendidikan untuk mengklarifikasi pengawasan yang telah dilakukan.
"Kami akan meminta keterangan untuk mengetahui penyebab ambruknya tembok sekolah," kata Niek Sugiharti.
(ysw)