Warga ngebor sumur dapat lumpur dan gas
Senin, 10 Desember 2012 - 15:18 WIB
Warga ngebor sumur dapat lumpur dan gas
A
A
A
Sindonews.com - Warga Jalan Gunung Lingai dicemaskan dengan semburan lumpur serupa dengan lumpur Lapindo di Sidoarjo. Semburan lumpur bercampur gas itu terjadi secara tak sengaja ketika warga tengah melakukan pengeboran untuk membuat sumur.
Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Gunung Lingai, Gang baru 2 RT 09, Kelurahan Gunung Lingai, Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim). Saat penggalian mencapai kedalaman sekira 20 meter, dari titik tanah yang dibor keluar air.
Tidak hanya itu, pipa besi yang masuk ke dalam tanah dan dihubungkan ke selang juga mengeluarkan gas. Gas keluar cukup deras.
Menurut warga, semburan terjadi pada pukul 10.00 WITA saat proses pengeboran berlangsung. Tak lama berselang, air dan lumpur yang keluar mencapai ketinggian dua meter.
"Ada 1,5 jam tinggi semburan mencapai dua meter. Warga kemudian was-was dan langsung melapor ke RT," ujar seorang warga, Mahmud, Senin (10/12/2012).
Untuk mengetahui gas yang keluar bisa terbakar atau tidak, warga kemudian mencoba memasukkan semburan gas dari selang ke dalam botol air mineral. Pada jarak tertentu, warga kemudian mencoba mendekatkan dengan sumber api.
"Kita taruh gas itu di botol. Kemudian kita dekatkan mulut botol ke korek api, langsung api menyambar gas yang keluar dari botol dengan cepat," tambah Mahmud.
Warga bersama RT setempat kemudian melaporkan kejadian ini ke aparat kepolisian. Sebelum polisi datang, warga menghimbau untuk tidak menyalakan api di sekitar lokasi sumur bor.
Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Gunung Lingai, Gang baru 2 RT 09, Kelurahan Gunung Lingai, Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim). Saat penggalian mencapai kedalaman sekira 20 meter, dari titik tanah yang dibor keluar air.
Tidak hanya itu, pipa besi yang masuk ke dalam tanah dan dihubungkan ke selang juga mengeluarkan gas. Gas keluar cukup deras.
Menurut warga, semburan terjadi pada pukul 10.00 WITA saat proses pengeboran berlangsung. Tak lama berselang, air dan lumpur yang keluar mencapai ketinggian dua meter.
"Ada 1,5 jam tinggi semburan mencapai dua meter. Warga kemudian was-was dan langsung melapor ke RT," ujar seorang warga, Mahmud, Senin (10/12/2012).
Untuk mengetahui gas yang keluar bisa terbakar atau tidak, warga kemudian mencoba memasukkan semburan gas dari selang ke dalam botol air mineral. Pada jarak tertentu, warga kemudian mencoba mendekatkan dengan sumber api.
"Kita taruh gas itu di botol. Kemudian kita dekatkan mulut botol ke korek api, langsung api menyambar gas yang keluar dari botol dengan cepat," tambah Mahmud.
Warga bersama RT setempat kemudian melaporkan kejadian ini ke aparat kepolisian. Sebelum polisi datang, warga menghimbau untuk tidak menyalakan api di sekitar lokasi sumur bor.
(ysw)