Motif percobaan bunuh diri dokter cantik misterius
Senin, 10 Desember 2012 - 15:06 WIB
Motif percobaan bunuh diri dokter cantik misterius
A
A
A
Sindonews.com - Aparat Polsek Beji, Depok, hingga kini masih mencari tahu motif Tengku Farah Emilia (30), dokter berparas cantik yang nekat mencoba bunuh diri di kebon pisang, RT 006/015, Beji, Depok, Jawa Barat.
Kapolsek Beji AKP Agus Widodo mengatakan, pihaknya masih menyelidiki alasan Farah melakukan hal tersebut dengan mengorek keterangan keluarga. Berdasarkan keterangan yang terhimpun, Farah memang sering behalusinasi.
"Kami masih mencoba selidiki motifnya. Kami belum tahu, masih kami kumpulkan informasi dari keluarganya," ujarnya kepada wartawan, di Depok, Senin (10/12/12).
Farah nekat berjalan kaki dari rumahnya, di Jalan Mandor Basyir, Komplek Depok Permai Regency Kukusan (DPRK), Kukusan, Beji. Farah jalan menuju kebon pisang yang jaraknya 300 meter dengan berjalan kaki dan menggunakan daster.
Menurut tetangga, Ani (43), Farah saat itu tiba-tiba keluar tanpa pamit kepada pembantunya. Farah sebenarnya memakai jilbab, namun saat sampai ke kebon pisang, jilbab Farah lepas dalam perjalanan.
"Aslinya pakai jilbab, tapi saat ditemukan sudah enggak pakai jilbab dengan daster yang sudah penuh darah. Emang cantik banget orangnya, saya juga enggak lihat persis sih saat dia jalan keluar," ujarnya di lokasi.
Ani mengungkapkan, Farah baru satu pekan pindah ke perumahan tersebut, dengan mengontrak sebuah rumah. Selama ini, kata dia, Farah belum berkenalan dengan warga dan pendiam.
"Enggak tahu ya kalau ada masalah sama suaminya, karena enggak pernah kedengaran ribut-ribut. Memang pendiam, kayak orang bingung, sudah punya anak kecil juga 1,5 tahun perempuan namanya Nisa. Kondisi hamilnya sekarang sudah sembilan bulan, tapi kelihatannya sudah sehat sekarang," ungkapnya.
Saat ini, rumah Farah terlihat sepi, hanya pembantunya saja yang menghuni rumahnya. Farah pergi bersama suaminya sejak pagi dengan anak sulungnya.
Kapolsek Beji AKP Agus Widodo mengatakan, pihaknya masih menyelidiki alasan Farah melakukan hal tersebut dengan mengorek keterangan keluarga. Berdasarkan keterangan yang terhimpun, Farah memang sering behalusinasi.
"Kami masih mencoba selidiki motifnya. Kami belum tahu, masih kami kumpulkan informasi dari keluarganya," ujarnya kepada wartawan, di Depok, Senin (10/12/12).
Farah nekat berjalan kaki dari rumahnya, di Jalan Mandor Basyir, Komplek Depok Permai Regency Kukusan (DPRK), Kukusan, Beji. Farah jalan menuju kebon pisang yang jaraknya 300 meter dengan berjalan kaki dan menggunakan daster.
Menurut tetangga, Ani (43), Farah saat itu tiba-tiba keluar tanpa pamit kepada pembantunya. Farah sebenarnya memakai jilbab, namun saat sampai ke kebon pisang, jilbab Farah lepas dalam perjalanan.
"Aslinya pakai jilbab, tapi saat ditemukan sudah enggak pakai jilbab dengan daster yang sudah penuh darah. Emang cantik banget orangnya, saya juga enggak lihat persis sih saat dia jalan keluar," ujarnya di lokasi.
Ani mengungkapkan, Farah baru satu pekan pindah ke perumahan tersebut, dengan mengontrak sebuah rumah. Selama ini, kata dia, Farah belum berkenalan dengan warga dan pendiam.
"Enggak tahu ya kalau ada masalah sama suaminya, karena enggak pernah kedengaran ribut-ribut. Memang pendiam, kayak orang bingung, sudah punya anak kecil juga 1,5 tahun perempuan namanya Nisa. Kondisi hamilnya sekarang sudah sembilan bulan, tapi kelihatannya sudah sehat sekarang," ungkapnya.
Saat ini, rumah Farah terlihat sepi, hanya pembantunya saja yang menghuni rumahnya. Farah pergi bersama suaminya sejak pagi dengan anak sulungnya.
(san)