Sering dipukuli, Yulianus bunuh bapak kandung
Senin, 10 Desember 2012 - 14:54 WIB
Sering dipukuli, Yulianus bunuh bapak kandung
A
A
A
Sindonews.com - Sakit hati Yulianus Hitipeo (28), terhadap ayah kandungnya Royke AH (62), begitu dalam. Karena sering mendapat pukulan dari sang ayah, dan perlakuan yang tidak sama dengan sang kakak, Yulianus menaruh dendam kepada sang ayah.
Tak hanya kepada sang ayah, dia juga menaruh dendam kepada Salamah, sang ibu yang telah melahirkannya. Sebabnya sepele, karena sang ibu tak mau memijitnya saat dia mengeluhkan sakit.
Puncak dendam anak durhaka itu, pecah pada Sabtu 8 Desember 2012 malam. Seperti biasa, Yulianus pulang ke rumah dalam keadaan mabuk minuman keras. Kebiasaan Yulianus yang kerap mabuk-mabukkan, membuat ayahnya geram, dan kemudian menegurnya.
Namun, bukan sadar mendapat teguran, Yulianus justru menantang sang ayah dengan balik menggertaknya. Kontan, gertakan sang anak disambut berang oleh sang ayah. Cekcok mulut keduanya pun tak terhindarkan.
Petrus, kakak pertama Yulianus berusaha melerai, tapi Yulianus justru mengejarnya dengan pisau dapur terhunus. Petrus pun keluar rumah bersama ibunya coba menyelamatkan diri.
Kemudian, Yulianus kembali ke rumah dan melihat ayahnya ada di ruang tamu sedang duduk. Nanus yang gelap mata, langsung menusukkan pisau ke perut ayahnya.
Tikaman Yulianus yang tepat mengenai ulu ati sang ayah, membuat ibu dan kakaknya berteriak kencang. Warga yang mendengar teriakan itu, langsung menuju rumah Royke, di Jalan H Icang, RT 007/RW 005, Palsigunung, Cimanggis, Depok.
Melihat banyak warga berdatangan, Yulianus berusaha melarikan diri, tapi ketangkap warga. Warga yang emosi melihat kelakuan Yulianus langsung menghadiahinya bogem mentah, hingga menjadi bulan-bulanan.
Kemudian, Yulianus digiring ke Polsek Cimanggis. "Bapak saya mukul abang (tersangka). Abang sempat kejar ibu, sama abang saya yang pertama," ujar Riki Herlambang, adik Yulianus, kepada wartawan di Depok, Senin (10/12/2012).
Yulianus adalah pria pengangguran, dan memiliki dua orang anak. Anak keduanya meninggal pada awal November lalu. Dia pun mengaku sedang sakit di bagian paru-paru, namun ketika mengeluh ke orang tuanya tidak mendapat respon positif.
"Saya minta dipijit tapi dicuekin ibu. Surat dari rumah sakit saya buang," cerita Yulianus.
Kepada wartawan, Yulianus mengaku menyesal telah menusuk ayahnya. Saat itu, Yulianus mengaku tak sadar hingga menusuk ayahnya. Kini, dia harus menanggung buah perbuatannya di balik jeruji besi.
Tak hanya kepada sang ayah, dia juga menaruh dendam kepada Salamah, sang ibu yang telah melahirkannya. Sebabnya sepele, karena sang ibu tak mau memijitnya saat dia mengeluhkan sakit.
Puncak dendam anak durhaka itu, pecah pada Sabtu 8 Desember 2012 malam. Seperti biasa, Yulianus pulang ke rumah dalam keadaan mabuk minuman keras. Kebiasaan Yulianus yang kerap mabuk-mabukkan, membuat ayahnya geram, dan kemudian menegurnya.
Namun, bukan sadar mendapat teguran, Yulianus justru menantang sang ayah dengan balik menggertaknya. Kontan, gertakan sang anak disambut berang oleh sang ayah. Cekcok mulut keduanya pun tak terhindarkan.
Petrus, kakak pertama Yulianus berusaha melerai, tapi Yulianus justru mengejarnya dengan pisau dapur terhunus. Petrus pun keluar rumah bersama ibunya coba menyelamatkan diri.
Kemudian, Yulianus kembali ke rumah dan melihat ayahnya ada di ruang tamu sedang duduk. Nanus yang gelap mata, langsung menusukkan pisau ke perut ayahnya.
Tikaman Yulianus yang tepat mengenai ulu ati sang ayah, membuat ibu dan kakaknya berteriak kencang. Warga yang mendengar teriakan itu, langsung menuju rumah Royke, di Jalan H Icang, RT 007/RW 005, Palsigunung, Cimanggis, Depok.
Melihat banyak warga berdatangan, Yulianus berusaha melarikan diri, tapi ketangkap warga. Warga yang emosi melihat kelakuan Yulianus langsung menghadiahinya bogem mentah, hingga menjadi bulan-bulanan.
Kemudian, Yulianus digiring ke Polsek Cimanggis. "Bapak saya mukul abang (tersangka). Abang sempat kejar ibu, sama abang saya yang pertama," ujar Riki Herlambang, adik Yulianus, kepada wartawan di Depok, Senin (10/12/2012).
Yulianus adalah pria pengangguran, dan memiliki dua orang anak. Anak keduanya meninggal pada awal November lalu. Dia pun mengaku sedang sakit di bagian paru-paru, namun ketika mengeluh ke orang tuanya tidak mendapat respon positif.
"Saya minta dipijit tapi dicuekin ibu. Surat dari rumah sakit saya buang," cerita Yulianus.
Kepada wartawan, Yulianus mengaku menyesal telah menusuk ayahnya. Saat itu, Yulianus mengaku tak sadar hingga menusuk ayahnya. Kini, dia harus menanggung buah perbuatannya di balik jeruji besi.
(san)