Sakit hati pemicu aksi nekat Yulianus
Senin, 10 Desember 2012 - 13:44 WIB
Sakit hati pemicu aksi nekat Yulianus
A
A
A
Sindonews.com - Yulianus Hitipea (28) mengaku sakit hati terhadap Royke AH (62). Pasalnya, anak kedua dari delapan bersaudara ini, sejak kecil selalu diperlakukan tidak adil oleh korban, yang tidak lain adalah bapak kandungnya sendiri.
Hal itu diungkapkan oleh Yulianus. Menurut Nunus sapaan akrabnya, sejak kecil dirinya merasa diperlakukan seperti anak tiri, jika dibandingkan dengan saudara-saudaranya yang lain.
Rupanya, rasa itu dipendam oleh Nunus bertahun-tahun, hingga malam tragis itu terjadi.
“Sejak kecil perlakukan terhadap saya selalu dibeda-bedakan, jika dibandingkan dengan saudar-saudara yang lain. Untuk sekolah saja uangnya cari sendiri," kata Nanus di Polsek Cimanggis, Senin (10/12/2012).
Dirinya kerap membantu-bantu sebagai kuli panggul di pasar, untuk mencari ongkos sekolah. Selain itu, ayahnya selalu membela Petrus, jika dibandingkan dengan dirinya.
"Bapak selalu belain abang Petrus. Kalau saya selalu dipukulin pakai kopel," tukas ayah satu anak itu.
Nanus mengaku menyesal telah menusuk ayahnya hingga tewas. Dia mengaku tidak niat melakukan tindak kriminal itu.
"Saat itu saya tidak sadar, karena pengaruh minuman keras. Saya menyesal telah membunuh ayah,” akunya yang saat itu sedang dalam pengaruh minuman keras.
Sementara itu, hingga berita ini ditulis, Nanus masih mendekam di sel tahanan Polsek Cimanggis. Seangkan, Salamah ibunya sudah mengunjungi Nanus.
"Keluarga menyerahkan prosesnya ke polisi," tukas Kapolsek Cimanggis Kompol Firman Andreanto.
Hal itu diungkapkan oleh Yulianus. Menurut Nunus sapaan akrabnya, sejak kecil dirinya merasa diperlakukan seperti anak tiri, jika dibandingkan dengan saudara-saudaranya yang lain.
Rupanya, rasa itu dipendam oleh Nunus bertahun-tahun, hingga malam tragis itu terjadi.
“Sejak kecil perlakukan terhadap saya selalu dibeda-bedakan, jika dibandingkan dengan saudar-saudara yang lain. Untuk sekolah saja uangnya cari sendiri," kata Nanus di Polsek Cimanggis, Senin (10/12/2012).
Dirinya kerap membantu-bantu sebagai kuli panggul di pasar, untuk mencari ongkos sekolah. Selain itu, ayahnya selalu membela Petrus, jika dibandingkan dengan dirinya.
"Bapak selalu belain abang Petrus. Kalau saya selalu dipukulin pakai kopel," tukas ayah satu anak itu.
Nanus mengaku menyesal telah menusuk ayahnya hingga tewas. Dia mengaku tidak niat melakukan tindak kriminal itu.
"Saat itu saya tidak sadar, karena pengaruh minuman keras. Saya menyesal telah membunuh ayah,” akunya yang saat itu sedang dalam pengaruh minuman keras.
Sementara itu, hingga berita ini ditulis, Nanus masih mendekam di sel tahanan Polsek Cimanggis. Seangkan, Salamah ibunya sudah mengunjungi Nanus.
"Keluarga menyerahkan prosesnya ke polisi," tukas Kapolsek Cimanggis Kompol Firman Andreanto.
(stb)