PT KAI bongkar kios di Stasiun Depok Baru
Senin, 10 Desember 2012 - 11:13 WIB
PT KAI bongkar kios di Stasiun Depok Baru
A
A
A
Sindonews.com - PT Kereta Api Indonesia hari ini membongkar ratusan kios di Stasiun Depok Baru. Aksi pembongkaran berlangsung ricuh, para pedagang marah dan membakar kayu-kayu kios yang berada di depan stasiun.
Berdasarkan pengamatan di lapangan, tampak petugas gabungan PT KAI dikawal ratusan personel Polres Depok bersenjata laras panjang membongkar kios dan mengeluarkan barang-barang pedagang dari dalam kios.
Pembongkaran paksa dilakukan, karena para pedagang melanggar batas waktu berdagang yang telah diberikan, yakni pada 10 Desember 2012.
Salah satu pedagang sepatu, Lina, berteriak meluapkan kemarahannya kepada petugas PT KAI. Dia mengaku tetap akan bertahan dan berjualan di depan stasiun. Menurutnya, para pedagang seharusnya direlokasi, bukan digusur begitu saja.
"Tentu saya kesal, harusnya kan direlokasi, pindahkan ke tempat lain, bukan main gusur begini. Itu ada mini market, kenapa diperbolehkan?" tukas Lina sambil mengamuk di depan Stasiun Depok Baru, Senin (10/12/2012).
Lina mengaku, sudah membayar sewa kios sejak tahun 1997 lalu. Dan memang semenjak isu akan dibongkar, PT KAI tidak lagi memungut biaya sewa. "Saya akan tetap bertahan dagang sepatu, ini barang-barang saya tetap saya jual," tegasnya.
PT KAI memang sedang menertibkan stasiun di Jabodetabek dari pedagang kaki lima. Sebelumnya Stasiun Bojonggde juga sudah digusur dengan melibatkan ratusan aparat.
Para pedagang di setiap stasiun di Depok yang belum kena gusur saat ini mengaku resah, salah satunya para pedagang di Stasiun Universitas Indonesia (UI) yang mendapat dukungan dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI.
Berdasarkan pengamatan di lapangan, tampak petugas gabungan PT KAI dikawal ratusan personel Polres Depok bersenjata laras panjang membongkar kios dan mengeluarkan barang-barang pedagang dari dalam kios.
Pembongkaran paksa dilakukan, karena para pedagang melanggar batas waktu berdagang yang telah diberikan, yakni pada 10 Desember 2012.
Salah satu pedagang sepatu, Lina, berteriak meluapkan kemarahannya kepada petugas PT KAI. Dia mengaku tetap akan bertahan dan berjualan di depan stasiun. Menurutnya, para pedagang seharusnya direlokasi, bukan digusur begitu saja.
"Tentu saya kesal, harusnya kan direlokasi, pindahkan ke tempat lain, bukan main gusur begini. Itu ada mini market, kenapa diperbolehkan?" tukas Lina sambil mengamuk di depan Stasiun Depok Baru, Senin (10/12/2012).
Lina mengaku, sudah membayar sewa kios sejak tahun 1997 lalu. Dan memang semenjak isu akan dibongkar, PT KAI tidak lagi memungut biaya sewa. "Saya akan tetap bertahan dagang sepatu, ini barang-barang saya tetap saya jual," tegasnya.
PT KAI memang sedang menertibkan stasiun di Jabodetabek dari pedagang kaki lima. Sebelumnya Stasiun Bojonggde juga sudah digusur dengan melibatkan ratusan aparat.
Para pedagang di setiap stasiun di Depok yang belum kena gusur saat ini mengaku resah, salah satunya para pedagang di Stasiun Universitas Indonesia (UI) yang mendapat dukungan dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI.
(san)