Bunuh diri gagal, dokter cantik suka berhalusinasi
Minggu, 09 Desember 2012 - 23:30 WIB
Bunuh diri gagal, dokter cantik suka berhalusinasi
A
A
A
Sindonews.com - Tengku Farah Emilia (30) seorang dokter cantik yang mencoba bunuh diri, ternyata kondisinya tengah berbadan dua, alias hamil. Diketahui, usia kandungan Farah sudah menginjak bulan sembilan.
Warga Jalan Nangka Gang Pepaya RT 006/015 Beji, Depok itu, nekat berjalan kaki dari rumahnya di komplek Kukusan, Beji, Depok dengan memakai daster dan membawa pisau dapur. Farah mencoba bunuh diri di kebon pisang dengan menusukkan pisau ke perutnya, namun upayannya itu berhasil digagalkan warga.
Kapolsek Beji AKP Agus Widodo mengatakan, dari pemeriksaan yang dilakukan pihaknya terhadap suaminya. Farah acapkali berhalusinasi dan suka membaca buku-buku agama.
"Hingga kini pelaku bunuh diri masih belum bisa diajak bicara. Farah seringkali berhalusinasi dan kerap membaca buku agama. Nanti kami koordinasi dengan keluarganya, masih kami dalami motifnya kenapa pelaku bunuh diri, dia seorang dokter, suaminya juga dokter," kata Agus Widodo kepada wartawan, Minggu (09/12/12).
Agus menjelaskan, untuk mengetahui motif Farah mencoba bunuh diri, pihaknya tak perlu berkoordinasi dengan psikolog.
"Enggak perlu ke psikolog cukup dengan keluarganya. Belum tahu motifnya, Farah luka di perut dan pusar. Sebelum mencoba bunuh diri, dia (Farah) mondar mandir di kebon pisang. Kini kondisinya sudah boleh pulang dari Rumah Sakit (RS) Graha Permata Ibu, Beji, Depok" tandas Agus.
Warga Jalan Nangka Gang Pepaya RT 006/015 Beji, Depok itu, nekat berjalan kaki dari rumahnya di komplek Kukusan, Beji, Depok dengan memakai daster dan membawa pisau dapur. Farah mencoba bunuh diri di kebon pisang dengan menusukkan pisau ke perutnya, namun upayannya itu berhasil digagalkan warga.
Kapolsek Beji AKP Agus Widodo mengatakan, dari pemeriksaan yang dilakukan pihaknya terhadap suaminya. Farah acapkali berhalusinasi dan suka membaca buku-buku agama.
"Hingga kini pelaku bunuh diri masih belum bisa diajak bicara. Farah seringkali berhalusinasi dan kerap membaca buku agama. Nanti kami koordinasi dengan keluarganya, masih kami dalami motifnya kenapa pelaku bunuh diri, dia seorang dokter, suaminya juga dokter," kata Agus Widodo kepada wartawan, Minggu (09/12/12).
Agus menjelaskan, untuk mengetahui motif Farah mencoba bunuh diri, pihaknya tak perlu berkoordinasi dengan psikolog.
"Enggak perlu ke psikolog cukup dengan keluarganya. Belum tahu motifnya, Farah luka di perut dan pusar. Sebelum mencoba bunuh diri, dia (Farah) mondar mandir di kebon pisang. Kini kondisinya sudah boleh pulang dari Rumah Sakit (RS) Graha Permata Ibu, Beji, Depok" tandas Agus.
(maf)