Warga sibuk kerja bakti, Yatin gantung diri
Minggu, 09 Desember 2012 - 16:56 WIB
Warga sibuk kerja bakti, Yatin gantung diri
A
A
A
Sindonews.com – Warga Dusun Taruban Kulon, Tuksono, Sentolo yang tengah menggelar kerja bakti, geger. Penyebabnya, salah satu warga di dusun mereka, Yatin Prapto Utomo (60), nekat mengakhiri hidup dengan gantung diri.
atas kejadian itu, sontak kerja bakti yang dilakukan warga bubar. Warga terlihat berhamburan menuju kediaman korban. Aksi nekat Yatin diduga dilakukan karena tak mampu menahan penyakit asma dan pegal yang lama dideritanya.
Jasad kakek malang itu diketahui pertama kali oleh menantunya, Tumpono (35), sekira pukul 09.00 WIB pagi. Tumpono tak mengira akan menemukan mertuanya dalam keadaan tergantung tak bernyawa di salah satu ruang rumahnya. Karena panik bercampur sedih, Tumpono berteriak minta pertolongan warga.
"Saya dengar orang teriak minta tolong dari rumah korban, ternyata itu suara Tumpono. Saat didatangi, Yatin sudah tak bernyawa,” kata tetangga korban Rubingan (45).
Rubingan mengaku tak menyangka tetangganya akan mengakhiri hidupnya dengan cara nekat seperti itu. Dia menduga, korban putus asa karena penyakit asma dan pegal linu yang dideritanya enam tahun terakhir, ternyata tak kunjung sembuh. Selama ini korban tak pernah berkeluh kesah tentang penyakitnya.
Menurut dia, keluarga sebenarnya sudah berupaya mengobati penyakit korban. Sayang, hingga kini penyakit yang diderita bapak lima anak ini belum ada tanda-tanda bakal sembuh.
"Korban memang pendiam. Mungkin juga karena itu jadi dia menghadapi tekanan sendirian," terangnya.
Jenazah korban dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Desa setempat sore hari ini. Warga sekitar tak habis pikir dengan tindakan nekat korban. Apalagi, sebelum kerja bakti, mereka sempat menyapa korban yang duduk di teras rumahnya.
"Sebelum kerja bakti banyak yang melihat dan menyapa korban. Saat itu, sedang duduk di teras rumah. Tapi tidak ada yang menduga akan berakhir seperti ini," kata Kepala Desa Panut.
atas kejadian itu, sontak kerja bakti yang dilakukan warga bubar. Warga terlihat berhamburan menuju kediaman korban. Aksi nekat Yatin diduga dilakukan karena tak mampu menahan penyakit asma dan pegal yang lama dideritanya.
Jasad kakek malang itu diketahui pertama kali oleh menantunya, Tumpono (35), sekira pukul 09.00 WIB pagi. Tumpono tak mengira akan menemukan mertuanya dalam keadaan tergantung tak bernyawa di salah satu ruang rumahnya. Karena panik bercampur sedih, Tumpono berteriak minta pertolongan warga.
"Saya dengar orang teriak minta tolong dari rumah korban, ternyata itu suara Tumpono. Saat didatangi, Yatin sudah tak bernyawa,” kata tetangga korban Rubingan (45).
Rubingan mengaku tak menyangka tetangganya akan mengakhiri hidupnya dengan cara nekat seperti itu. Dia menduga, korban putus asa karena penyakit asma dan pegal linu yang dideritanya enam tahun terakhir, ternyata tak kunjung sembuh. Selama ini korban tak pernah berkeluh kesah tentang penyakitnya.
Menurut dia, keluarga sebenarnya sudah berupaya mengobati penyakit korban. Sayang, hingga kini penyakit yang diderita bapak lima anak ini belum ada tanda-tanda bakal sembuh.
"Korban memang pendiam. Mungkin juga karena itu jadi dia menghadapi tekanan sendirian," terangnya.
Jenazah korban dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Desa setempat sore hari ini. Warga sekitar tak habis pikir dengan tindakan nekat korban. Apalagi, sebelum kerja bakti, mereka sempat menyapa korban yang duduk di teras rumahnya.
"Sebelum kerja bakti banyak yang melihat dan menyapa korban. Saat itu, sedang duduk di teras rumah. Tapi tidak ada yang menduga akan berakhir seperti ini," kata Kepala Desa Panut.
(rsa)