GP Anshor Depok desak Kemenang Kanwil Jabar minta maaf
Sabtu, 08 Desember 2012 - 16:14 WIB
GP Anshor Depok desak Kemenang Kanwil Jabar minta maaf
A
A
A
Sindonews.com - Gerakan Pemuda (GP) Anshor Kota Depok meminta agar Kementrian Agama (Kemenag) Kanwil Jawa Barat meminta maaf secara resmi terkait soal Ujian Akhir Sekolah (UAS) yang menghina mantan Presiden kelima RI Abdurrahman Wahid (Gusdur).
Permintaan maaf tersebut harus dilakukan secara tertulis. Hal itu ditegaskan Ketua PC Anshor Kota Depok Abdul Kodir. Menurutnya, Kemenag Jawa Barat juga harus menganulir soal UAS tersebut.
"Kami minta agar soal ujian tersebut dianulir, dianggap tidak bernilai dan soal ujian tersebut harus ditarik," tegasnya di Depok, Sabtu (8/12/12).
Kodir menegaskan, permintaan maaf juga harus dilakukan kepada ulama-ulama. Ia menilai pembunuhan karakter terhadap Gusdur akhir-akhir ini bentuk pelemahan terhadap Gusdur.
"Gusdur itu simbol perjuangan yang mampu menginspirasi. kita akan kawal terus seperti kasus penghinaan yang dilakukan oleh Sutan Bhatoegana. Gusdur jatuh bukan karena korupsi, tapi memang situasi politik saat itu," ungkapnya.
Sebelumnya, Pengasuh Pondok Pesantren Al Karimiyah Sawangan, Depok, KH Damanhuri yang menemukan soal yang berisi hinaan terhadap Gusdur.
Soal pilihan ganda itu diujikan dalam Ujian Akhir Sekolah (UAS) tingkat Madrasah Aliyah se-Jawa Barat. Dalam soal Mata pelajaran sejarah tersebut, dipertanyakan apa penyebab jatuhnya pemerintahan KH Abdurrahman Wahid?. Ada beberapa pilihan jawaban di sana, namun dikunci jawaban mengatakan jika Gusdur lengser, karena kasus Brunei Gate dan Bulog Gate.
Permintaan maaf tersebut harus dilakukan secara tertulis. Hal itu ditegaskan Ketua PC Anshor Kota Depok Abdul Kodir. Menurutnya, Kemenag Jawa Barat juga harus menganulir soal UAS tersebut.
"Kami minta agar soal ujian tersebut dianulir, dianggap tidak bernilai dan soal ujian tersebut harus ditarik," tegasnya di Depok, Sabtu (8/12/12).
Kodir menegaskan, permintaan maaf juga harus dilakukan kepada ulama-ulama. Ia menilai pembunuhan karakter terhadap Gusdur akhir-akhir ini bentuk pelemahan terhadap Gusdur.
"Gusdur itu simbol perjuangan yang mampu menginspirasi. kita akan kawal terus seperti kasus penghinaan yang dilakukan oleh Sutan Bhatoegana. Gusdur jatuh bukan karena korupsi, tapi memang situasi politik saat itu," ungkapnya.
Sebelumnya, Pengasuh Pondok Pesantren Al Karimiyah Sawangan, Depok, KH Damanhuri yang menemukan soal yang berisi hinaan terhadap Gusdur.
Soal pilihan ganda itu diujikan dalam Ujian Akhir Sekolah (UAS) tingkat Madrasah Aliyah se-Jawa Barat. Dalam soal Mata pelajaran sejarah tersebut, dipertanyakan apa penyebab jatuhnya pemerintahan KH Abdurrahman Wahid?. Ada beberapa pilihan jawaban di sana, namun dikunci jawaban mengatakan jika Gusdur lengser, karena kasus Brunei Gate dan Bulog Gate.
(stb)