Diceraikan istri, residivis panjat tower
Sabtu, 08 Desember 2012 - 09:36 WIB
Diceraikan istri, residivis panjat tower
A
A
A
Sindonews.com - Warga Jalan Bambu, Pondok Karya, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) semalam digegerkan dengan aksi nekat Wiryo (20), yang hendak terjun bebas dari atas tower dekat rumah kontrakannya.
Wiryo nekat ingin mengakhiri hidupnya, lantaran menolak menceraikan istrinya Siti Mulya. Sedangkan, Siti Mulya meminta cerai dari suaminya, lantaran malu karena memiliki suami yang “lulus” dari Lapas Cipinang, Jakarta Timur.
Setelah dibujuk oleh petugas Pemadam Kebakaran Kota Tangsel, dengan menghadirkan anak dan istrinya, Wiryo pun akhirnya turun dari tower yang ketinggiannya mencapai 30 meter itu.
Setelah turun, Wiryo pun digandeng Kapolsek Pondok Aren Kompol Parmono, seraya menyuruh istrinya untuk meminta maaf kepada Wiryo.
“Minta maaf bu, tenangkan suami ibu,” ujar Kapolsek Jumat (7/12/2012) malam.
Dengan wajah yang ditutupi baju, Wiryo pun akhirnya menggandeng istrinya itu. Sayangnya ratusan warga yang melihat kelakuan Wiryo sempat kesal dan merasa terbakar emosinya. Tak ayal, pria berasal dari Karawang itu disoraki massa.
Beruntung Wiryo tak sempat diamuk massa, karena anaknya yang masih duduk dibangku taman kanak-kanak dan istrinya berada di dekatnya.
Wiryo pun akhirnya dibawa ke Polsek Pondok Aren. Setelah memastikan Wiryo diamankan di Polsek Pondok Aren, warga pun akhirnya kembali ke rumah mereka masing-masing.
Sementara itu, Riska tetangga Wiryo menceritakan hubungan Wiryo dengan istrinya Siti Mulya memang sedang dalam masalah.
“Istrinya setahu saya menggugat cerai lantaran Wiryo baru keluar penjara. Jadi dikenal penjahat, mungkin istri dan mertuanya di sini malu. Diajak untuk kembali berumah tangga istrinya tak mau,” terangnya.
Wiryo nekat ingin mengakhiri hidupnya, lantaran menolak menceraikan istrinya Siti Mulya. Sedangkan, Siti Mulya meminta cerai dari suaminya, lantaran malu karena memiliki suami yang “lulus” dari Lapas Cipinang, Jakarta Timur.
Setelah dibujuk oleh petugas Pemadam Kebakaran Kota Tangsel, dengan menghadirkan anak dan istrinya, Wiryo pun akhirnya turun dari tower yang ketinggiannya mencapai 30 meter itu.
Setelah turun, Wiryo pun digandeng Kapolsek Pondok Aren Kompol Parmono, seraya menyuruh istrinya untuk meminta maaf kepada Wiryo.
“Minta maaf bu, tenangkan suami ibu,” ujar Kapolsek Jumat (7/12/2012) malam.
Dengan wajah yang ditutupi baju, Wiryo pun akhirnya menggandeng istrinya itu. Sayangnya ratusan warga yang melihat kelakuan Wiryo sempat kesal dan merasa terbakar emosinya. Tak ayal, pria berasal dari Karawang itu disoraki massa.
Beruntung Wiryo tak sempat diamuk massa, karena anaknya yang masih duduk dibangku taman kanak-kanak dan istrinya berada di dekatnya.
Wiryo pun akhirnya dibawa ke Polsek Pondok Aren. Setelah memastikan Wiryo diamankan di Polsek Pondok Aren, warga pun akhirnya kembali ke rumah mereka masing-masing.
Sementara itu, Riska tetangga Wiryo menceritakan hubungan Wiryo dengan istrinya Siti Mulya memang sedang dalam masalah.
“Istrinya setahu saya menggugat cerai lantaran Wiryo baru keluar penjara. Jadi dikenal penjahat, mungkin istri dan mertuanya di sini malu. Diajak untuk kembali berumah tangga istrinya tak mau,” terangnya.
(stb)