1.000 PSK hadiri 29 temannya yang di wisuda
Jum'at, 07 Desember 2012 - 22:50 WIB
1.000 PSK hadiri 29 temannya yang di wisuda
A
A
A
Sindonews.com - Sebanyak 29 pekerja seks komersial (PSK) di lokalisasi Bangunsari, Surabaya memilih untuk berhenti sebagai penjaja cinta. Para PSK ini akan berhenti dan beralih untuk mencari nafkah yang halal.
Sekira 1.000 an PSK dari lokalisasi Dolly, Jarak, Sememi, Bangusari serta sejumlah penghuni lokalisasi di Surabaya juga turut hadir menyaksikan rekannya yang bersedia bertobat.
Pertobatan para PSK ini adalah hasil dari pelatihan yang diberikan oleh lembaga Sosial Yayasan Sentuhan Kasih Bangsa (YSKB). Selain itu juga upaya dari pemerintah kota (pemkot) Surabaya dan pemrov jatim untuk menghentikan pelacuran di sejumlah tempat di Surabaya.
Ketua YSKB Lianggono Tejo Buntoro menuturkan, para PSK ini telah melewati empat kali pelatihan selama bulan November.
"Sebenarnya ada 57 PSK yang mengikuti pelatihan dan berhasil lulus, namun baru ada 29 orang yang menyatakan tobat dan akan berhenti sebagai PSK," kata Lianggono saat wisuda sejumlah PSK dalam program pengetasan alih profesi dan mucikari Surabaya, Jumat (7/12/2012).
Terhadap 29 orang PSk tersebut, pihak YSKB akan memberikan pendampingan selama tiga bulan. Hal itu untuk mencegah para PSK ini untuk kembali lagi ke dunia hitam.
Selama kurun waktu tiga bulan ini, YSKB selain melakukan pendampingan, juga memberikan biaya hidup agar mantan PSK ini dapat sedikit tertopang ekonominya.
Dia juga menyebut waktu tiga bulan dilakukan pendampingan adalah lebih dari cukup. Pasalnya, berdasarkan penelitian untuk merubah kebiasaan seseorang hanya diperlukan waktu selama 21 hari.
Selain itu, program ini juga mendapat dukungan dari Pemkot Surabaya dan Pemprov Jatim. Kepada PSK yang sudah tobat ini juga diberikan modal sebesar Rp3 Juta untuk berwirausaha.
"Selama pelatihan mereka diajarkan tata boga, tata rias dan tata niaga. Kebanyakan wanita harapan (sebutan PSK oleh YSKB) ini banyak di tata boga," jelasnya.
Dia berharap, 29 PSK ini memberi inspirasi kepada rekannya sesama PSK agar mau bertobat.
Sekira 1.000 an PSK dari lokalisasi Dolly, Jarak, Sememi, Bangusari serta sejumlah penghuni lokalisasi di Surabaya juga turut hadir menyaksikan rekannya yang bersedia bertobat.
Pertobatan para PSK ini adalah hasil dari pelatihan yang diberikan oleh lembaga Sosial Yayasan Sentuhan Kasih Bangsa (YSKB). Selain itu juga upaya dari pemerintah kota (pemkot) Surabaya dan pemrov jatim untuk menghentikan pelacuran di sejumlah tempat di Surabaya.
Ketua YSKB Lianggono Tejo Buntoro menuturkan, para PSK ini telah melewati empat kali pelatihan selama bulan November.
"Sebenarnya ada 57 PSK yang mengikuti pelatihan dan berhasil lulus, namun baru ada 29 orang yang menyatakan tobat dan akan berhenti sebagai PSK," kata Lianggono saat wisuda sejumlah PSK dalam program pengetasan alih profesi dan mucikari Surabaya, Jumat (7/12/2012).
Terhadap 29 orang PSk tersebut, pihak YSKB akan memberikan pendampingan selama tiga bulan. Hal itu untuk mencegah para PSK ini untuk kembali lagi ke dunia hitam.
Selama kurun waktu tiga bulan ini, YSKB selain melakukan pendampingan, juga memberikan biaya hidup agar mantan PSK ini dapat sedikit tertopang ekonominya.
Dia juga menyebut waktu tiga bulan dilakukan pendampingan adalah lebih dari cukup. Pasalnya, berdasarkan penelitian untuk merubah kebiasaan seseorang hanya diperlukan waktu selama 21 hari.
Selain itu, program ini juga mendapat dukungan dari Pemkot Surabaya dan Pemprov Jatim. Kepada PSK yang sudah tobat ini juga diberikan modal sebesar Rp3 Juta untuk berwirausaha.
"Selama pelatihan mereka diajarkan tata boga, tata rias dan tata niaga. Kebanyakan wanita harapan (sebutan PSK oleh YSKB) ini banyak di tata boga," jelasnya.
Dia berharap, 29 PSK ini memberi inspirasi kepada rekannya sesama PSK agar mau bertobat.
(rsa)