Lokalisasi Bangunsari, Kremil, dan Dolly akan ditutup

Jum'at, 07 Desember 2012 - 22:20 WIB
Lokalisasi Bangunsari,...
Lokalisasi Bangunsari, Kremil, dan Dolly akan ditutup
A A A
Sindonews.com - Pemerintah kota (Pemkot) Surabaya akan menutup lokalisasi Bangunsari, kecamatan Dupak. Penututupan tersebut direncanakan akan berlangsung pada 21 Desember 2012 mendatang.

"Memang pada tanggal 21 Desember nanti kami akan menutup lokalisasi Bangunsari. Ke depan akan berlanjut," ujar Walikota Surabaya Tri Rismaharini di sela-sela acara wisuda program pengetasan alih profesi Wanita Harapan dan Mucikari, Surabaya, Jumat (7/12/2012).

Walikota perempuan ini juga menyebut, memang sudah lama rencana penutupan lokalisasi Bangunsari itu. Namun, untuk menuju ke arah tersebut masih diperlukan proses yang panjang.

Beberapa penghuni lokalisasi tersebut, diupayakan untuk bertobat. Jika sudah demikian maka lokalisasi akan menjadi sepi. Sebab, kata Risma, tobat ini bukan lahir dari keinginan pemerintah melainkan lahir dari diri sendiri, sehingga tidak bisa dipaksakan.

Mengingat kondisi lokalisasi Bangunsari saat ini sangat memungkinkan untuk tutup sehingga tidak ada lagi penghuninya. Ke depan akan berlanjut di lokalisasi Kremil.

"Dulu lokaliasai Bangunsari sangat kuat, kita akan preteli sedikit demi sedikit. Selanjutnya lokalisasi Kremil. Kalau lokalisasi ini lebih mudah penutupannya," ujarnya.

Dia merinci jumlah PSK di lokalisasi Bangunsari mengalami penurunan. Sebelum puasa terdapat sekira 500 PSK yang menghuni lokalisasi tersebut. Jumlah ini setelah lebaran turun menjadi sekira 400 PSK.

"saat ini tinggal 100-an PSK yang menghuni lokalisasi Bangunsari," terangnya.

Untuk lokalisasi Dolly, perempuan berjilbab itu mengaku memang kesulitan untuk menutup lokalisasi tersebut. Prosesnya sangat panjang. Selain itu, dua lokalalisasi ini sudah menyatu dengan masyarakat. Termasuk ada hubungan yang saling menguntungkan dengan masyarakat di sekitar lokalisasi.

"Ibaratnya Lokalisasi Dolly dengan masyarakat ini seperti minuman teh yang sudah mencampur dengan masyarakat," katanya.

Namun demikian, dia mengaku punya strategi sendiri untuk lokalisasi Dolly. Sayangnya, Risma tidak mau mengungkapkan strategi apa yang akan digunakan untuk lokalisasi yang ada sejak zaman Belanda itu.
(rsa)
Berita Terkait
Distrik Lampu Merah...
Distrik Lampu Merah Amsterdam Hendak Direlokasi, Ada yang Mencak-mencak
Pertama di Dunia, Negara...
Pertama di Dunia, Negara Ini Beri Pekerja Seks Cuti Melahirkan dan Pensiun
Negara Ini Sangat Melindungi...
Negara Ini Sangat Melindungi Pekerja Seks Komersial, dari Pensiun hingga Cuti Hamil
Layanan Wanita dan Pria...
Layanan Wanita dan Pria Penghibur Ludes Terjual selama Forum Ekonomi Dunia di Davos
Gairah Olla, PSK Online...
Gairah Olla, PSK Online Bertato Bikin 10 Pria Klepek-klepek
Anggota DPR Finlandia...
Anggota DPR Finlandia Ini Blakblakan Pernah Jadi Pekerja Seks Komersial
Berita Terkini
Dinkes Apresiasi Operasi...
Dinkes Apresiasi Operasi Bibir Sumbing Gratis MNC Peduli dan RS Azra Bogor
1 jam yang lalu
MNC Peduli dan Yayasan...
MNC Peduli dan Yayasan Jalinan Kasih Sudah Operasi Lebih dari 5.000 Pasien Bibir Sumbing Sejak 2004
3 jam yang lalu
Gelar Operasi Sumbing...
Gelar Operasi Sumbing Gratis, MNC Peduli dan Smiletrain Indonesia Gandeng RS Azra Bogor
3 jam yang lalu
Energy Executive Award...
Energy Executive Award 2026 Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Wujudkan Ketahanan Energi
3 jam yang lalu
Pembangunan Jalan Tol...
Pembangunan Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban Capai 68%
5 jam yang lalu
Pemberdayaan Masyarakat...
Pemberdayaan Masyarakat Unusa, Tingkatkan Kesadaran tentang Penyakit Kulit
6 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved