Bantuan mengalir ke korban banjir bandang
Kamis, 06 Desember 2012 - 18:02 WIB
Bantuan mengalir ke korban banjir bandang
A
A
A
Sindonews.com – Sejumlah bantuan mulai mengalir kepada 210 kepala keluarga (KK) yang menjadi korban banjir bandang di Dusun Sugihan, Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro.
Bantuan beras dan bahan makanan disalurkan oleh petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Bojonegoro. Bantuan beras itu dikemas dalam kardus dan disalurkan langsung bagi keluarga korban banjir bandang.
“Ada 210 paket berisi beras dan bahan makanan yang dibagikan pada korban banjir bandang,” ujar Sekretaris BPBD Pemkab Bojonegoro, Budi Mulyono di Temayang, Kamis (6/12/2012).
Saat ini, kata Budi Mulyono, warga korban banjir membersihkan lumpur sisa banjir yang menempel di rumah dan musala. Warga juga bergotong royong membersihkan lumpur yang mengendap di jalan pedesaan.
Berdasarkan laporan dari Kecamatan Temayang menyebutkan, dari 210 rumah yang terkena banjir bandang, rumah yang rusak sebanyak delapan, rumah roboh satu unit, dan fasilitas umum yang rusak sebanyak dua. Selain itu, sawah yang tergenang banjir seluas dua hektare.
Warga yang rumahnya rusak dan roboh terkena banjir bandang ini sedang diproses untuk mendapatkan santunan. Untuk rumah roboh dapat santunan Rp5 juta, rumah rusak berat dapat santunan Rp2,5 juta dan rumah rusak ringan dapat santunan Rp500 ribu.
“Nanti pencairan santunan dilakukan oleh Bagian Keuangan Pemkab Bojonegoro,” tandas Budi Mulyono.
Banjir bandang di kawasan selatan Bojonegoro ini dipicu terjadinya hujan deras selama dua jam. Air dari perbukitan dan hutan yang gundul luruh ke bawah dan masuk ke sungai.
Tanggul Kalisongo di Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang, jebol karena tidak mampu menampung debit air yang melimpah. Dampaknya, air bercampur lumpur meluber dan menggenangi permukiman warga.
Bantuan beras dan bahan makanan disalurkan oleh petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Bojonegoro. Bantuan beras itu dikemas dalam kardus dan disalurkan langsung bagi keluarga korban banjir bandang.
“Ada 210 paket berisi beras dan bahan makanan yang dibagikan pada korban banjir bandang,” ujar Sekretaris BPBD Pemkab Bojonegoro, Budi Mulyono di Temayang, Kamis (6/12/2012).
Saat ini, kata Budi Mulyono, warga korban banjir membersihkan lumpur sisa banjir yang menempel di rumah dan musala. Warga juga bergotong royong membersihkan lumpur yang mengendap di jalan pedesaan.
Berdasarkan laporan dari Kecamatan Temayang menyebutkan, dari 210 rumah yang terkena banjir bandang, rumah yang rusak sebanyak delapan, rumah roboh satu unit, dan fasilitas umum yang rusak sebanyak dua. Selain itu, sawah yang tergenang banjir seluas dua hektare.
Warga yang rumahnya rusak dan roboh terkena banjir bandang ini sedang diproses untuk mendapatkan santunan. Untuk rumah roboh dapat santunan Rp5 juta, rumah rusak berat dapat santunan Rp2,5 juta dan rumah rusak ringan dapat santunan Rp500 ribu.
“Nanti pencairan santunan dilakukan oleh Bagian Keuangan Pemkab Bojonegoro,” tandas Budi Mulyono.
Banjir bandang di kawasan selatan Bojonegoro ini dipicu terjadinya hujan deras selama dua jam. Air dari perbukitan dan hutan yang gundul luruh ke bawah dan masuk ke sungai.
Tanggul Kalisongo di Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang, jebol karena tidak mampu menampung debit air yang melimpah. Dampaknya, air bercampur lumpur meluber dan menggenangi permukiman warga.
(ysw)