Pendatang baru sumbang kemiskinan Depok
Kamis, 06 Desember 2012 - 16:28 WIB
Pendatang baru sumbang kemiskinan Depok
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Kota Depok menilai, tingginya angka kemiskinan di Kota Belimbing tersebut, dikarenakan kaum urban yang masuk ke Depok tanpa membawa pekerjaan alias menganggur. Hal itu diungkapkan Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail.
Untuk menekan angka kemiskinan di Depok, Pemerintah Kota Depok mengalokasikan anggaran sebanyak 14 persen, dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2012. Rencananya, anggaran tersebut akan dialokasikan untuk pendidikan, kesehatan, dan sosial.
Sesuai data Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Depok, jumlah warga miskin di Depok sebanyak 48 ribu jiwa atau setara 2,6 persen. Angka tersebut diklaim oleh Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail sebagai angka terkecil di Jawa Barat.
"Depok yang paling sedikit orang miskinnya di Jawa Barat. Jika lihat trendnya, tahun 2012 jumlah warga miskin hanya 2.6 persen. Angka ini menunjukkan penurunan angka kemiskinan di Kota Depok jika dibandingkan tahun lalu yang mencapai 2.8 persen," klaim Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail di Balai Kota, Kamis (06/12/12).
Nur Mahmudi menilai, adanya pendatang baru di Kota Depok, rentan dengan munculnya pengangguran baru. Oleh karena itu, meski trendnya kemiskinan menurun. Namun, Pemkot Depok tetap akan berusaha menurunkan angka kemiskinan.
“Pengangguran di Depok saat ini mencapai 74 ribu orang. Meski jumlah kemiskinan turun, namun dengan adanya pendatang baru maka angka penurunan penangguran tersebut tidak signifikan. Jumlah tenaga kerja naik gara-gara kaum urban," ungkapnya.
Nur Mahmudi menambahkan pihaknya juga bersinergi dengan perguruan tinggi, untuk mengentaskan kemiskinan. Salah satunya dengan Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) Universitas Indonesia (UI).
"Kerja sama kami salah satunya, keterlibatan pengajar mahasiswa UI di sekolah master, sekolah terbuka untuk anak jalanan di Terminal Depok," tandasnya.
Untuk menekan angka kemiskinan di Depok, Pemerintah Kota Depok mengalokasikan anggaran sebanyak 14 persen, dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2012. Rencananya, anggaran tersebut akan dialokasikan untuk pendidikan, kesehatan, dan sosial.
Sesuai data Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Depok, jumlah warga miskin di Depok sebanyak 48 ribu jiwa atau setara 2,6 persen. Angka tersebut diklaim oleh Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail sebagai angka terkecil di Jawa Barat.
"Depok yang paling sedikit orang miskinnya di Jawa Barat. Jika lihat trendnya, tahun 2012 jumlah warga miskin hanya 2.6 persen. Angka ini menunjukkan penurunan angka kemiskinan di Kota Depok jika dibandingkan tahun lalu yang mencapai 2.8 persen," klaim Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail di Balai Kota, Kamis (06/12/12).
Nur Mahmudi menilai, adanya pendatang baru di Kota Depok, rentan dengan munculnya pengangguran baru. Oleh karena itu, meski trendnya kemiskinan menurun. Namun, Pemkot Depok tetap akan berusaha menurunkan angka kemiskinan.
“Pengangguran di Depok saat ini mencapai 74 ribu orang. Meski jumlah kemiskinan turun, namun dengan adanya pendatang baru maka angka penurunan penangguran tersebut tidak signifikan. Jumlah tenaga kerja naik gara-gara kaum urban," ungkapnya.
Nur Mahmudi menambahkan pihaknya juga bersinergi dengan perguruan tinggi, untuk mengentaskan kemiskinan. Salah satunya dengan Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) Universitas Indonesia (UI).
"Kerja sama kami salah satunya, keterlibatan pengajar mahasiswa UI di sekolah master, sekolah terbuka untuk anak jalanan di Terminal Depok," tandasnya.
(stb)