2 kompi TNI dikirim ke Pulau Buru
Kamis, 06 Desember 2012 - 09:45 WIB
2 kompi TNI dikirim ke Pulau Buru
A
A
A
Sindonews.com - Dua kompi aparat TNI dikirim ke Pulau Buru, Maluku, untuk mencegah bentrokan susulan di lokasi tambang emas ilegal di kawasan Gunung Botak.
Kodam 16 Pattimura kembali mengirim dua kompi aparat TNI dari Yonif 733 Raiders ke Pulau Buru, Maluku, menyusul bentrokan antara penambang emas dengan warga adat di lokasi tambang emas ilegal.
Pasukan tiba di Namlea, Pulau Buru dengan menggunakan kapal Ferry, Kamis (6/12/2012) pagi. Pasukan ini akan memperkuat pengamanan pasukan TNI dan Polri yang sudah dikirim sebelumnya.
Pasukan Raiders ini rencananya akan melakukan penyisiran dan mengosongkan penambang dan warga adat yang kemungkinan masih berada di lokasi tambang emas ilegal.
Menurut Pangdam 16 Pattimura Mayjen TNI Eko Wiratmoko, saat ini sudah ada empat kompi aparat TNI dan Polri di lokasi tambang.
"TNI akan membantu Polri dan pemerintah daerah untuk mengosongkan penambang dan warga adat di lokasi tambang emas ilegal tersebut," katanya, Kamis (6/12/2012) pagi.
Lokasi tambang emas di kawasan Gunung Botak, Kecamatan Waeapo Pulau Buru kini sepi dari aktivitas penambangan emas ilegal maupun warga adat. Tenda–tenda yang dijadikan tempat tinggal penambang dan pos jaga warga adat juga sepi ditinggal pergi warga.
Lokasi tambang emas ilegal ini kini dikuasai ratusan aparat TNI dan Polri. Mereka berjaga–jaga untuk mencegah masuknya penambang emas dan warga adat agar konflik tidak kembali terjadi.
Kodam 16 Pattimura kembali mengirim dua kompi aparat TNI dari Yonif 733 Raiders ke Pulau Buru, Maluku, menyusul bentrokan antara penambang emas dengan warga adat di lokasi tambang emas ilegal.
Pasukan tiba di Namlea, Pulau Buru dengan menggunakan kapal Ferry, Kamis (6/12/2012) pagi. Pasukan ini akan memperkuat pengamanan pasukan TNI dan Polri yang sudah dikirim sebelumnya.
Pasukan Raiders ini rencananya akan melakukan penyisiran dan mengosongkan penambang dan warga adat yang kemungkinan masih berada di lokasi tambang emas ilegal.
Menurut Pangdam 16 Pattimura Mayjen TNI Eko Wiratmoko, saat ini sudah ada empat kompi aparat TNI dan Polri di lokasi tambang.
"TNI akan membantu Polri dan pemerintah daerah untuk mengosongkan penambang dan warga adat di lokasi tambang emas ilegal tersebut," katanya, Kamis (6/12/2012) pagi.
Lokasi tambang emas di kawasan Gunung Botak, Kecamatan Waeapo Pulau Buru kini sepi dari aktivitas penambangan emas ilegal maupun warga adat. Tenda–tenda yang dijadikan tempat tinggal penambang dan pos jaga warga adat juga sepi ditinggal pergi warga.
Lokasi tambang emas ilegal ini kini dikuasai ratusan aparat TNI dan Polri. Mereka berjaga–jaga untuk mencegah masuknya penambang emas dan warga adat agar konflik tidak kembali terjadi.
(ysw)