Warga Rawas Ilir tagih janji bupati
Rabu, 05 Desember 2012 - 16:48 WIB
Warga Rawas Ilir tagih janji bupati
A
A
A
Sindonews.com – Puluhan warga Kecamatan Rawas Ilir mempertanyakan janji pemerintah kabupaten (Pemkab) Musi Rawas (Mura), Sumatera Selatan terkait pembangunan Jalan Simpang Riam menuju Desa Bingin Teluk yang hingga sekarang belum teralisasikan seluruhnya.
Ketua Pemuda Peduli Rawas Ilir (PPRI), Aziz mengatakan, warga juga telah melakukan aksi unjuk rasa dengan memblokir jembatan penghubung Desa BM 1 dan BM 11 pada 14-26 Januari yang lalu. Ternyata tetap tidak mengubah sikap Bupati Mura dan Ketua DPRD Mura untuk menjadikan Kecamatan Rawas Ilir sebagai kecamatan yang terpinggirkan.
“Kami juga bertemu dengan Sekretaris Daerah (Sekda) dan Ketua DPRD menjelang paripurna APBD Perubahan 2012, dengan tegas baik Sekda maupun Ketua DPRD menyatakan komitmen untuk mengangarkan Jalan Simpang Riam hingga Bingin teluk tersebut, tetapi kenyataannya janji tersebut kebohongan belaka,” tegas Aziz, dalam rilisnya, Rabu (5/12/2012).
Menurutnya, warga sangat kecewa denga sikap Bupati dan Ketua DPRD Mura yang tidak komitmen dan tidak konsisten. Keduanya sudah menghianati, apa yang menjadi perjuangan masyarakat untuk pembangunan Jalan Riam menuju ibukota kecamatan.
Hal senada dikatakan, pemuda Rawas Ilir sekaligus Ketua DPC Banteng Muda Indonesia, Devi Arianto. Seharusnya, pemkab dan legislatif tidak memberikan janji kosong kepada masyarakat. Sebab, jalan yang diminta itu merupakan infrastruktur dasar yang bermanfaat.
Jalan tersebut menjadi jalan penghubung menuju ibukota kecamatan. Sebab selama ini jalan tersebut kondisinya sangat parah. Sehingga, harapkan masyarakat untuk dibangunkan jalan sangat besar.
“Nah, tindakan ini yang sangat melukai hati rakyat, seharusnya pemerintah dan legislatif bertindak arif jangan hanya menebar janji kepada masyarakat. Karena, masyarakat menagih janji tersebut,” ungkapnya.
Devi menambahkan, pihaknya tetap meminta agar pemerintah merealisasikan pembangunan jalan yang ada. Karena, jalan tersebut menjadi urat nadi perekonomian masyarakat sekitar.
Ketua Pemuda Peduli Rawas Ilir (PPRI), Aziz mengatakan, warga juga telah melakukan aksi unjuk rasa dengan memblokir jembatan penghubung Desa BM 1 dan BM 11 pada 14-26 Januari yang lalu. Ternyata tetap tidak mengubah sikap Bupati Mura dan Ketua DPRD Mura untuk menjadikan Kecamatan Rawas Ilir sebagai kecamatan yang terpinggirkan.
“Kami juga bertemu dengan Sekretaris Daerah (Sekda) dan Ketua DPRD menjelang paripurna APBD Perubahan 2012, dengan tegas baik Sekda maupun Ketua DPRD menyatakan komitmen untuk mengangarkan Jalan Simpang Riam hingga Bingin teluk tersebut, tetapi kenyataannya janji tersebut kebohongan belaka,” tegas Aziz, dalam rilisnya, Rabu (5/12/2012).
Menurutnya, warga sangat kecewa denga sikap Bupati dan Ketua DPRD Mura yang tidak komitmen dan tidak konsisten. Keduanya sudah menghianati, apa yang menjadi perjuangan masyarakat untuk pembangunan Jalan Riam menuju ibukota kecamatan.
Hal senada dikatakan, pemuda Rawas Ilir sekaligus Ketua DPC Banteng Muda Indonesia, Devi Arianto. Seharusnya, pemkab dan legislatif tidak memberikan janji kosong kepada masyarakat. Sebab, jalan yang diminta itu merupakan infrastruktur dasar yang bermanfaat.
Jalan tersebut menjadi jalan penghubung menuju ibukota kecamatan. Sebab selama ini jalan tersebut kondisinya sangat parah. Sehingga, harapkan masyarakat untuk dibangunkan jalan sangat besar.
“Nah, tindakan ini yang sangat melukai hati rakyat, seharusnya pemerintah dan legislatif bertindak arif jangan hanya menebar janji kepada masyarakat. Karena, masyarakat menagih janji tersebut,” ungkapnya.
Devi menambahkan, pihaknya tetap meminta agar pemerintah merealisasikan pembangunan jalan yang ada. Karena, jalan tersebut menjadi urat nadi perekonomian masyarakat sekitar.
(ysw)