Dukungan terhadap Khofidah menguat
Rabu, 05 Desember 2012 - 16:11 WIB
Dukungan terhadap Khofidah menguat
A
A
A
Sindonews.com - Dukungan kader Nahdlatul Ulama (NU) terhadap calon Gubernur Jawa Timur (Jatim) 2013 Khofifah Indar Parawansa terus mengalir. Diantaranya datang dari Ketua PBNU Slamet Efendi Yusuf.
"Karena dari track recordnya yang bagus,” ujar Slamet usai memberi materi Roundtable Discussion Muslimat NU ‘Penguatan Kapasitas Muslimat NU dalam menyerap aspirasi masyaraka tentang anggaran Manajemen Banjir’, di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Rabu (5/12/2012).
Ditambahkan dia, Khofifah memiliki pengalaman berorganisasi di NU mulai sejak pelajar di IPPNU, Fatayat, PMII sampai dengan Muslimat. Secara umum, rekam jejak Khofifah di parlemen, juga sangat baik.
“Semua orang juga tahu track recordnya baik saat duduk di DPR, maupun jadi menteri. Apalagi, dia itu kan kader yang tidak pernah keluar dari track NU,” paparnya.
Dia menilai, kans Khofifah di Jatim sangat tinggi. Terbukti saat pemilihan sebelumnya banyak yang telah memberikan dukungan suara.
“Kansnya besar, karena pemilu yang lalu juga lumayan suaranya. Hanya kemudian ada masalah itu. Sebagai Ketua PBNU, saya tidak boleh menjadi jurkam. Tapi, saya akan lakukan sesuatu,” terangnya.
Sementara itu, menanggapi pencalonan dirinya di Pilgub Jatim, Khofifah menanggapi dengan santai. “Belum ada yang terbaru dalam hal pencalonan, sama dengan yang kemarin. Sekarang ini masih merakit dulu. Nanti lah,” tutupnya.
"Karena dari track recordnya yang bagus,” ujar Slamet usai memberi materi Roundtable Discussion Muslimat NU ‘Penguatan Kapasitas Muslimat NU dalam menyerap aspirasi masyaraka tentang anggaran Manajemen Banjir’, di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Rabu (5/12/2012).
Ditambahkan dia, Khofifah memiliki pengalaman berorganisasi di NU mulai sejak pelajar di IPPNU, Fatayat, PMII sampai dengan Muslimat. Secara umum, rekam jejak Khofifah di parlemen, juga sangat baik.
“Semua orang juga tahu track recordnya baik saat duduk di DPR, maupun jadi menteri. Apalagi, dia itu kan kader yang tidak pernah keluar dari track NU,” paparnya.
Dia menilai, kans Khofifah di Jatim sangat tinggi. Terbukti saat pemilihan sebelumnya banyak yang telah memberikan dukungan suara.
“Kansnya besar, karena pemilu yang lalu juga lumayan suaranya. Hanya kemudian ada masalah itu. Sebagai Ketua PBNU, saya tidak boleh menjadi jurkam. Tapi, saya akan lakukan sesuatu,” terangnya.
Sementara itu, menanggapi pencalonan dirinya di Pilgub Jatim, Khofifah menanggapi dengan santai. “Belum ada yang terbaru dalam hal pencalonan, sama dengan yang kemarin. Sekarang ini masih merakit dulu. Nanti lah,” tutupnya.
(san)