NU masih bimbang putuskan Cagub Jatim
Rabu, 05 Desember 2012 - 16:01 WIB
NU masih bimbang putuskan Cagub Jatim
A
A
A
Sindonews.com - Hingga kini Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur masih belum memutuskan siapa calon yang bakal mereka usung dalam Pemilihan Gubernur jawa Timur 2013.
Sejauh ini sudah ada dua nama yang muncul yakni, putri sulung KH Abdurahman Wahid Khofifah Indar Parawansah dan Saifulloh Yusuf.
"Kita tentu menghormati proses yang sedang berjalan. Hasilnya paling lambat Januari 2013 bisa juga sebelumnya. Kan pendaftarannya bulan Mei," kata Ketua PWNU Jawa Timur KH Muttawakkil Alallah usai Travel Exibhition Haji dan Umroh di Jembatan Merah Plasa (JMP), Surabaya, Rabu (5/12/2012).
Pengasuh Ponpes Zainul Hasan Genggong, Probolinggo menjelaskan untuk menentukan dari dua nama tersebut, para Masayikh akan melakukan beberapa tahapan.
Dengan cara musyawarah antar Masayikh dan kiai, selanjutnya melakukan istikhorah. Menurutnya, dengan melakukan musyawarah ini, adalah untuk sekedar tukar pendapat atau pengalaman.
Ketika ditanya dari dua nama tersebut, PWNU lebih condong kemana. Kiai Muttawakkil mengaku PWNU tidak condong ke Khofifah ataupun Gus Ipul. Ia menyerahkan hasilnya terhadap proses yang sedang berjalan saat ini.
"Bukan kapasistas saya untuk menilai NU condong kemana. Yang jelas ada dorongan yang kuat dari masyarakat NU untuk memiliki Gubernur Sendiri. Mengerucutnya ya ke Khofifah dan Gus Ipul," jelasnya.
Dua nama tersebut akan mengerucut satu nama. Dan peran PWNU disini, lanjutnya, hanya mendoakan dan merestui.
Sejauh ini sudah ada dua nama yang muncul yakni, putri sulung KH Abdurahman Wahid Khofifah Indar Parawansah dan Saifulloh Yusuf.
"Kita tentu menghormati proses yang sedang berjalan. Hasilnya paling lambat Januari 2013 bisa juga sebelumnya. Kan pendaftarannya bulan Mei," kata Ketua PWNU Jawa Timur KH Muttawakkil Alallah usai Travel Exibhition Haji dan Umroh di Jembatan Merah Plasa (JMP), Surabaya, Rabu (5/12/2012).
Pengasuh Ponpes Zainul Hasan Genggong, Probolinggo menjelaskan untuk menentukan dari dua nama tersebut, para Masayikh akan melakukan beberapa tahapan.
Dengan cara musyawarah antar Masayikh dan kiai, selanjutnya melakukan istikhorah. Menurutnya, dengan melakukan musyawarah ini, adalah untuk sekedar tukar pendapat atau pengalaman.
Ketika ditanya dari dua nama tersebut, PWNU lebih condong kemana. Kiai Muttawakkil mengaku PWNU tidak condong ke Khofifah ataupun Gus Ipul. Ia menyerahkan hasilnya terhadap proses yang sedang berjalan saat ini.
"Bukan kapasistas saya untuk menilai NU condong kemana. Yang jelas ada dorongan yang kuat dari masyarakat NU untuk memiliki Gubernur Sendiri. Mengerucutnya ya ke Khofifah dan Gus Ipul," jelasnya.
Dua nama tersebut akan mengerucut satu nama. Dan peran PWNU disini, lanjutnya, hanya mendoakan dan merestui.
(ysw)