Pemekaran Brebes Selatan dinanti
Rabu, 05 Desember 2012 - 07:29 WIB
Pemekaran Brebes Selatan dinanti
A
A
A
Sindonews.com - Keinginan warga Kabupaten Brebes bagian selatan untuk melakukan pemekaran wilayah terus menguat, terlebih dengan adanya bupati baru mereka.
Menurut seorang aktifis pro pemekaran Brebes bagian selatan Zaenal mengatakan, dirinya mendukung pemekaran Kabupaten Brebes untuk kemakmuran warga Brebes bagian selatan. Yakni meliputi enam kecamatan yakni Bumiayu, Sirampog, Paguyangan, Tonjong, Bantarkawung dan Salem.
"Kami ingin Brebes selatan menjadi daerah otonom tersendiri," katanya di Brebes, Rabu (05/12/2012).
Menurut Zaenalnya, pemekaran wilayah merupakan keinginan mayoritas warga dan merupakan harga mati yang diinginkan oleh warga Brebes bagian selatan.
Diketahui, keinginan warga Brebes bagian selatan untuk mekar dari kabupaten induknya kembali menguat pasca pemilukada 07 Oktober 2012 lalu.
Keinginan yang sebenarnya sudah ada sejak tahun 1963 lalu, didukung oleh para tokoh masyakat yang ditandai dengan deklarasi pembentukann Kabupaten Bumiayu.
Deklarasi dilakukan oleh tokoh masyarakat dan masyarakat yang jumlahnya ribuan di Masjid Agung Bumiayu, pada Minggu 25 November 2012 lalu.
Menurut seorang aktifis pro pemekaran Brebes bagian selatan Zaenal mengatakan, dirinya mendukung pemekaran Kabupaten Brebes untuk kemakmuran warga Brebes bagian selatan. Yakni meliputi enam kecamatan yakni Bumiayu, Sirampog, Paguyangan, Tonjong, Bantarkawung dan Salem.
"Kami ingin Brebes selatan menjadi daerah otonom tersendiri," katanya di Brebes, Rabu (05/12/2012).
Menurut Zaenalnya, pemekaran wilayah merupakan keinginan mayoritas warga dan merupakan harga mati yang diinginkan oleh warga Brebes bagian selatan.
Diketahui, keinginan warga Brebes bagian selatan untuk mekar dari kabupaten induknya kembali menguat pasca pemilukada 07 Oktober 2012 lalu.
Keinginan yang sebenarnya sudah ada sejak tahun 1963 lalu, didukung oleh para tokoh masyakat yang ditandai dengan deklarasi pembentukann Kabupaten Bumiayu.
Deklarasi dilakukan oleh tokoh masyarakat dan masyarakat yang jumlahnya ribuan di Masjid Agung Bumiayu, pada Minggu 25 November 2012 lalu.
(rsa)