Minimalisir banjir, Pemkab bangun tanggul
Selasa, 04 Desember 2012 - 14:27 WIB
Minimalisir banjir, Pemkab bangun tanggul
A
A
A
Sindonews.com - Untuk meminimalisir banjir di Kecamatan Poros Pasangkayu, Pemkab Mamuju Utara (Matra), Sulawesi Barat membangun tanggul sepanjang lebih dari lima kilometer di Jambatan Patah. Lokasi pembangunan yang berdekatan dengan Polres Matra ini menelan biaya Rp7 miliar dari APBD 2012.
Konsultan proyek Muslimin, mengatakan, tanggul ini untuk mencegah terjadinya banjir di Pasangkayu. Sebab sebagai daerah baru yang sedang berkembang, sudah tentu akan mengalami pengurangan resapan air saat pemukiman penduduk semakin padat.
"Masterplan pembangunan kota Pasangkayu sangat jelas membutuhkan tanggul untuk mencegah banjir. Tanggul ini berfungsi sebagai pembuangan akhir saat sungai kecil dan kanal meluap," tuturnya di Kecamatan Pasangkayu, Selasa (4/12/2012).
Hal ini dibenarkan anggota DPRD Matra, Musawir Az Isham. Disebutkan, Pasangkayu rawan banjir. Apalagi bekas Kecamatan Pasangkayu saat masih bergabung dengan Kabupaten Mamuju, dibangun di atas banyak rawa.
Dia membantah asumsi bahwa pembangunan tanggul tersebut hanya membuang-buang anggaran. Karena dia yakin, tanggul ini akan sangat bermanfaat ke depan.
"Bahan tanggul harus dibuat sekuat mungkin. Tidak tiga bulan kemudian lantas rubuh," katanya.
Pada kesempatan itu Musawir juga menyinggung soal program multiyear Pemprov Sulbar. Menurutnya, program itu harus dikoordinasikan dengan DPRD Matra.
Salah satu contoh proyek yang disebut adalah pembangunan taman kota Pasangkayu sebagai ibukota Kabupaten Matra. Ditegaskan, perlu ada keseimbangan anggaran dan urgensinya untuk masyarakat.
"Proyek ini kurang dikoordinasikan. Saya dengar pembangunan taman kota akan dilakukan dengan dua tahap. Mestinya, pemerintah membicarakan hal ini dengan lembaga wakil rakyat. Perlu ada pertimbangan aspek kelayakan dan skala prioritas pembangunan daerah," tuturnya.
Konsultan proyek Muslimin, mengatakan, tanggul ini untuk mencegah terjadinya banjir di Pasangkayu. Sebab sebagai daerah baru yang sedang berkembang, sudah tentu akan mengalami pengurangan resapan air saat pemukiman penduduk semakin padat.
"Masterplan pembangunan kota Pasangkayu sangat jelas membutuhkan tanggul untuk mencegah banjir. Tanggul ini berfungsi sebagai pembuangan akhir saat sungai kecil dan kanal meluap," tuturnya di Kecamatan Pasangkayu, Selasa (4/12/2012).
Hal ini dibenarkan anggota DPRD Matra, Musawir Az Isham. Disebutkan, Pasangkayu rawan banjir. Apalagi bekas Kecamatan Pasangkayu saat masih bergabung dengan Kabupaten Mamuju, dibangun di atas banyak rawa.
Dia membantah asumsi bahwa pembangunan tanggul tersebut hanya membuang-buang anggaran. Karena dia yakin, tanggul ini akan sangat bermanfaat ke depan.
"Bahan tanggul harus dibuat sekuat mungkin. Tidak tiga bulan kemudian lantas rubuh," katanya.
Pada kesempatan itu Musawir juga menyinggung soal program multiyear Pemprov Sulbar. Menurutnya, program itu harus dikoordinasikan dengan DPRD Matra.
Salah satu contoh proyek yang disebut adalah pembangunan taman kota Pasangkayu sebagai ibukota Kabupaten Matra. Ditegaskan, perlu ada keseimbangan anggaran dan urgensinya untuk masyarakat.
"Proyek ini kurang dikoordinasikan. Saya dengar pembangunan taman kota akan dilakukan dengan dua tahap. Mestinya, pemerintah membicarakan hal ini dengan lembaga wakil rakyat. Perlu ada pertimbangan aspek kelayakan dan skala prioritas pembangunan daerah," tuturnya.
(ysw)