20 perampok nekat satroni desa
Senin, 03 Desember 2012 - 15:16 WIB
20 perampok nekat satroni desa
A
A
A
Sindonews.com - Desa Wangkal Wetan, Kecamatan Kejayan, disatroni sekira 20 orang perampok. Diketahui, para perampok tersebut melengkapi diri dengan celurit, pedang, dan bondet (bom ikan).
Aksi perampokan tersebut terjadi sekira pukul 02.30 WIB dini hari. Para perampok menyatroni rumah Sudiono (35), dan mertuanya Hari (60).
Saat sebagian pelaku menguras harta korban, sebagian lainnya berjaga-jaga di pelataran rumah korban. Para pelaku ini dengan terang-terangan mengancam dan menghalau warga yang berusaha memberi bantuan.
Gerombolan perampok ini juga melempari kaca jendela rumah tetangga korban dengan batu. Karena takut, para tetangga korban akhirnya tidak berani keluar rumah.
"Setiap rumah dijaga tiga orang. Mereka juga mengancam akan melempar dengan bondet," kata tetangga korban Naim, di Desa Wangkal Wetan, Senin (3/11/2012).
Menurut Naim, begitu tak ada perlawanan dari warga, para perampok pun kemudian memasuki rumah Sudiono dengan cara merusak pintu. Para pelaku ini memaksa korban menunjukkan tempat menyimpan harta bendanya.
Sementara itu Istri Sudiono, Haminah (30) menuturkan, korban yang berusaha mempertahankan diri, akhirnya disabet pedang hingga mengenai punggungnya.
"Setelah terkena bacokan, suami dan saya serta anak-anak langsung lari menyelamatkan diri," kata Hamimah.
Menurut Hamimah, para perampok ini berhasil menggasak sepeda motor Honda Beat, uang tunai Rp12 juta dan empat buah HP. Sesaat kemudian, para perampok beralih ke rumah Hari, mertua Sudiono, yang berada di sampingnya.
Dari rumah Hari tersebut, para pelaku berhasil membawa kabur sepeda motor Yamaha Jupiter Z dan perhiasan emas, yakni empat buah gelang, empat buah cincin, satu buah kalung, serta dua buah HP.
Setelah menjarah dua rumah warga, para perampok tersebut langsung kabur meninggalkan lokasi.
Kapolsek Kejayan AKP Salim menyatakan, kasus perampokan tersebut sedang dalam penyelidikan dan meminta keterangan saksi-saksi. Dugaan sementara, para perampok ini mengetahui rencana korban membeli sebidang tanah.
Aksi perampokan tersebut terjadi sekira pukul 02.30 WIB dini hari. Para perampok menyatroni rumah Sudiono (35), dan mertuanya Hari (60).
Saat sebagian pelaku menguras harta korban, sebagian lainnya berjaga-jaga di pelataran rumah korban. Para pelaku ini dengan terang-terangan mengancam dan menghalau warga yang berusaha memberi bantuan.
Gerombolan perampok ini juga melempari kaca jendela rumah tetangga korban dengan batu. Karena takut, para tetangga korban akhirnya tidak berani keluar rumah.
"Setiap rumah dijaga tiga orang. Mereka juga mengancam akan melempar dengan bondet," kata tetangga korban Naim, di Desa Wangkal Wetan, Senin (3/11/2012).
Menurut Naim, begitu tak ada perlawanan dari warga, para perampok pun kemudian memasuki rumah Sudiono dengan cara merusak pintu. Para pelaku ini memaksa korban menunjukkan tempat menyimpan harta bendanya.
Sementara itu Istri Sudiono, Haminah (30) menuturkan, korban yang berusaha mempertahankan diri, akhirnya disabet pedang hingga mengenai punggungnya.
"Setelah terkena bacokan, suami dan saya serta anak-anak langsung lari menyelamatkan diri," kata Hamimah.
Menurut Hamimah, para perampok ini berhasil menggasak sepeda motor Honda Beat, uang tunai Rp12 juta dan empat buah HP. Sesaat kemudian, para perampok beralih ke rumah Hari, mertua Sudiono, yang berada di sampingnya.
Dari rumah Hari tersebut, para pelaku berhasil membawa kabur sepeda motor Yamaha Jupiter Z dan perhiasan emas, yakni empat buah gelang, empat buah cincin, satu buah kalung, serta dua buah HP.
Setelah menjarah dua rumah warga, para perampok tersebut langsung kabur meninggalkan lokasi.
Kapolsek Kejayan AKP Salim menyatakan, kasus perampokan tersebut sedang dalam penyelidikan dan meminta keterangan saksi-saksi. Dugaan sementara, para perampok ini mengetahui rencana korban membeli sebidang tanah.
(rsa)