Pasokan air baku Jakarta hanya 4 persen
Senin, 03 Desember 2012 - 11:18 WIB
Pasokan air baku Jakarta hanya 4 persen
A
A
A
Sindonews.com – Kendati kerap kali banjir, ketika musim hujan. Namun, Jakarta masih kesulitan untuk mendapatkan air baku. Untuk memenuhi kebutuhan air baku, Gubernur DKI Joko Widodo memanggil sejumlah petinggi-petinggi dan Direktur Badan Usaha Miliki Daerah (BUMD).
Rapat yang dihadiri oleh PD Pembangunan Sarana Jaya, PD Dharma Jaya, PD Pasar Jaya, PD Pamjaya dan PT. Pembangunan Jaya Ancol, Tbk. Berlangsung tertutup di ruang TPUT, Balai Kota.
Menurut Direktur Utama Perusahaan Air Minum (PAM) Jaya Sri Widayanto Kaderi, air baku yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan Jakarta sebesar 96 persennya berasal dari luar Jakarta, diambil dari Waduk Jatiluhur, Purwakarta dan Tangerang.
“Kebutuhan air baku warga Jakarta masih dipasok dari luar Jakarta,” kata Jaya Sri Widayanto Kaderi, usai rapat di Balai Kota, Senin (3/12/2012).
Karena itu, Sri berharap agar Kali Krukut dan Pesanggrahan bisa segera diperbaiki, sehingga bisa meningkatkan daya tahan air baku di Jakarta.
"Nanti kalau kali-kali sudah diperbaiki, dapat meningkatkan daya tahan air baku di Jakarta. Jika Jakarta memiliki air baku 15 hingga 20 persen sudah bagus sekali," harapnya.
Selain membahas permasalahan kebutuhan air baku, rapat yang hanya berlangsung 30 menit itu juga membahas permasalahan di setiap BUMD DKI Jakarta.
"Rapat tadi hanya perkenalan direksi dengan Gubernur DKI yang baru. Rencananya, minggu depan baru akan dimulai pembahasan,” imbuhnya.
Rapat yang dihadiri oleh PD Pembangunan Sarana Jaya, PD Dharma Jaya, PD Pasar Jaya, PD Pamjaya dan PT. Pembangunan Jaya Ancol, Tbk. Berlangsung tertutup di ruang TPUT, Balai Kota.
Menurut Direktur Utama Perusahaan Air Minum (PAM) Jaya Sri Widayanto Kaderi, air baku yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan Jakarta sebesar 96 persennya berasal dari luar Jakarta, diambil dari Waduk Jatiluhur, Purwakarta dan Tangerang.
“Kebutuhan air baku warga Jakarta masih dipasok dari luar Jakarta,” kata Jaya Sri Widayanto Kaderi, usai rapat di Balai Kota, Senin (3/12/2012).
Karena itu, Sri berharap agar Kali Krukut dan Pesanggrahan bisa segera diperbaiki, sehingga bisa meningkatkan daya tahan air baku di Jakarta.
"Nanti kalau kali-kali sudah diperbaiki, dapat meningkatkan daya tahan air baku di Jakarta. Jika Jakarta memiliki air baku 15 hingga 20 persen sudah bagus sekali," harapnya.
Selain membahas permasalahan kebutuhan air baku, rapat yang hanya berlangsung 30 menit itu juga membahas permasalahan di setiap BUMD DKI Jakarta.
"Rapat tadi hanya perkenalan direksi dengan Gubernur DKI yang baru. Rencananya, minggu depan baru akan dimulai pembahasan,” imbuhnya.
(stb)