34 lurah kunker ke Depok
Minggu, 02 Desember 2012 - 23:53 WIB
34 lurah kunker ke Depok
A
A
A
Sindonews.com - Kunjungan kerja (kunker) sekaligus plesiran keluar daerah tidak hanya milik para pejabat teras dan DPRD saja. Kunker kini juga mulai menjalar pejabat setingkat kelurahan dan camat.
Seperti kunker yang dilakukan 34 lurah dan empat camat dan sejumlah pejabat di Pemkot Pasuruan, Jawa Timur. Rombongan yang berangkat menumpang dua bus pariwisata ini dengan tujuan ke Depok dan Jakarta.
"Sekali-kali lurah juga merasakan kunker. Toh hasilnya juga jelas bagi buat masyarakat," ujar seorang lurah sebelum meninggalkan Pasuruan, Minggu (2/12/2012).
Kepala Dinas Pendapatan Kota Pasuruan Agung Budi Utomo menyatakan, para lurah dan camat ini akan melakukan studi banding ke Pemkot Depok. Para pejabat ini akan belajar mengenai optimalisasi pajak bumi dan bangunan (PBB) yang telah dialihkan pemerintah pusat ke daerah.
"Pemkot Depok sudah mulai menerapkan optimalisasi pendataan dan penerimaan PBB secara online. Kami ingin agar para lurah bisa melakukan hal serupa," kata Agung Budi Utomo seusai melepas rombongan kunker.
Menurut Agung Budi, penerapan sistem online PBB di Kota Pasuruan rencananya akan dilakukan pada 2013 mendatang. Sehingga diperlukan kesiapan SDM guna menunjang kelancaran operasional tersebut.
"Potensi pendapatan PBB mencapai Rp32 miliar per tahun. Potensi ini akan bisa menjadi lebih besar jika dilakukan update data. Karena fakta dilapangan sudah tidak sesuai dengan data PBB yang direkam pada beberapa tahun sebelumnya," tandas Agung Budi.
Ia optimis hasil kunker para lurah dan camat ini akan membawa manfaat bagi pembangunan di Kota Pasuruan.
Kunker sekaligus plesiran ini diakuinya sebagai salah satu reward atas upaya para lurah dan camat dalam memaksimalkan pendapatan daerah dari PBB.
Seperti kunker yang dilakukan 34 lurah dan empat camat dan sejumlah pejabat di Pemkot Pasuruan, Jawa Timur. Rombongan yang berangkat menumpang dua bus pariwisata ini dengan tujuan ke Depok dan Jakarta.
"Sekali-kali lurah juga merasakan kunker. Toh hasilnya juga jelas bagi buat masyarakat," ujar seorang lurah sebelum meninggalkan Pasuruan, Minggu (2/12/2012).
Kepala Dinas Pendapatan Kota Pasuruan Agung Budi Utomo menyatakan, para lurah dan camat ini akan melakukan studi banding ke Pemkot Depok. Para pejabat ini akan belajar mengenai optimalisasi pajak bumi dan bangunan (PBB) yang telah dialihkan pemerintah pusat ke daerah.
"Pemkot Depok sudah mulai menerapkan optimalisasi pendataan dan penerimaan PBB secara online. Kami ingin agar para lurah bisa melakukan hal serupa," kata Agung Budi Utomo seusai melepas rombongan kunker.
Menurut Agung Budi, penerapan sistem online PBB di Kota Pasuruan rencananya akan dilakukan pada 2013 mendatang. Sehingga diperlukan kesiapan SDM guna menunjang kelancaran operasional tersebut.
"Potensi pendapatan PBB mencapai Rp32 miliar per tahun. Potensi ini akan bisa menjadi lebih besar jika dilakukan update data. Karena fakta dilapangan sudah tidak sesuai dengan data PBB yang direkam pada beberapa tahun sebelumnya," tandas Agung Budi.
Ia optimis hasil kunker para lurah dan camat ini akan membawa manfaat bagi pembangunan di Kota Pasuruan.
Kunker sekaligus plesiran ini diakuinya sebagai salah satu reward atas upaya para lurah dan camat dalam memaksimalkan pendapatan daerah dari PBB.
(ysw)