Warga sekitar Stasiun Wates terancam tergusur
Senin, 03 Desember 2012 - 02:08 WIB
Warga sekitar Stasiun Wates terancam tergusur
A
A
A
Sindonews.com - Puluhan warga yang tinggal dan mengais rezeki di sekitar Stasiun Wates, Kulonprogo gusar. Mereka tidak bisa lagi tidur nyenyak seiring adanya rencana pengembangan stasiun itu, pada tahun 2015 mendatang.
Salah satu warga berinisial WD, mengaku sangat resah dengan rencana pengembangan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI). Rencana itu, kata dia, akan menggusur tempat tinggalnya.
"Saya sudah tidak bisa tidur nyenyak," kata pria yang menempati lahan PT KAI di bilangan Jogoyudan, Wates, Minggu (2/12/2012).
Dia mengaku tidak tahu lagi harus tinggal di mana jika tempat tinggalnya benar-benar tergusur. Dia beralasan, tidak memiliki tempat lain sebagai pengganti.
Lahan milik PT KAI menjadi satu-satunya tempat yang ditempati keluarganya sejak lama.
Dia menjelaskan, informasi yang mengganggu hari-harinya datang beberapa hari lalu. Saat itu, ada petugas dari PT KAI yang membeberkan rencana renovasi besar-besaran Stasiun Wates. Areal stasiun akan diperluas ke sisi timur dan barat.
"Petugas datang dengan detail gambar rencana pengembangan. Pintu masuk stasiun direncanakan ada di sebelah timur dan pintu keluarnya di sebelah barat. Berarti pedagang buah yang berjualan di sisi barat stasiun juga bisa kena," jelasnya.
Dia mengaku tidak dapat berbuat banyak karena lahan yang ditempatinya memang milik PT KAI. Meski begitu, dia berharap nasib warga yang selama ini tinggal dan mencari nafkah di sekitar stasiun dipikirkan agar tidak dirugikan.
"Harapan kami tentu saja agar tidak dirugikan. Sesuai dengan apa yang sering dibilang bupati, membangun tanpa merugikan satu orang pun. Apalagi, kami tinggal lama di sini dan tidak ada tempat lain," tambahnya.
Salah satu warga berinisial WD, mengaku sangat resah dengan rencana pengembangan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI). Rencana itu, kata dia, akan menggusur tempat tinggalnya.
"Saya sudah tidak bisa tidur nyenyak," kata pria yang menempati lahan PT KAI di bilangan Jogoyudan, Wates, Minggu (2/12/2012).
Dia mengaku tidak tahu lagi harus tinggal di mana jika tempat tinggalnya benar-benar tergusur. Dia beralasan, tidak memiliki tempat lain sebagai pengganti.
Lahan milik PT KAI menjadi satu-satunya tempat yang ditempati keluarganya sejak lama.
Dia menjelaskan, informasi yang mengganggu hari-harinya datang beberapa hari lalu. Saat itu, ada petugas dari PT KAI yang membeberkan rencana renovasi besar-besaran Stasiun Wates. Areal stasiun akan diperluas ke sisi timur dan barat.
"Petugas datang dengan detail gambar rencana pengembangan. Pintu masuk stasiun direncanakan ada di sebelah timur dan pintu keluarnya di sebelah barat. Berarti pedagang buah yang berjualan di sisi barat stasiun juga bisa kena," jelasnya.
Dia mengaku tidak dapat berbuat banyak karena lahan yang ditempatinya memang milik PT KAI. Meski begitu, dia berharap nasib warga yang selama ini tinggal dan mencari nafkah di sekitar stasiun dipikirkan agar tidak dirugikan.
"Harapan kami tentu saja agar tidak dirugikan. Sesuai dengan apa yang sering dibilang bupati, membangun tanpa merugikan satu orang pun. Apalagi, kami tinggal lama di sini dan tidak ada tempat lain," tambahnya.
(ysw)