Diguncang gempa, warga Bulukumba panik
Minggu, 02 Desember 2012 - 20:00 WIB
Diguncang gempa, warga Bulukumba panik
A
A
A
Sindonews.com - Gempa berkuatan 4,3 skala richter menguncang wilayah Bulukumba, Sulawesi Selatan. Akibatnya, warga yang sedang beristirahat berhamburan keluar rumah karena kerasnya getaran gempa.
Salah warga Kecamatan Ujung Bulu, Bulukumba, Hawai mengaku, sangat kaget dengan getaran yang keras tersebut. Bahkan, dia bersama keluarganya langsung berhamburan lari keluar rumah.
“Bagaimana tidak berhamburan keluar rumah, suara getaran seperti gemuruh sangat keras, atap rumah juga goyang,” ucap Hawai di rumahnya, Minggu (2/12/2012).
Dijelaskan, karena takut terjadi gempa susulan, sebagian warga khususnya di Ujungbulu, memilih untuk tetap bertahan diluar rumah.
“Saya baru masuk rumah setelah beberapa jam kemudian. Kami khawatir didalam rumah terjadi gempa susulan. Apalagi, guncanganya cukup keras sekali,” terangnya.
Kepanikan juga dirasakan sejumlah wisatawan asing di kawasan wisata Tanjung Bira. Bahkan, wisatawan yang sedang menikmati hari libur di Tanjung Bira langsung berhamburan.
"Kami khawatir kalau gempa tersebut berpotensi tsunami. Makanya, banyak wisatawan asing maupun lokal yang panik dan langsung mengamankan diri," ungkap Ahmad, warga Bira Bulukumba.
Sedang di kampus Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Bulukumba, yang sementara mengikuti proses perkuliahan langsung histeris dan berlarian keluar ruangan. Karena panik, salah seorang mahasiswi, Sri Mantansari jatuh pingsan.
"Mungkin karena panik akhirnya pingsan. Apalagi, berdesak-desakan saat lari keluar ruangan," kata dosen STKIP Bulukumba, Basse Paika.
Menurut Basse, gempa yang berlangsung selama kurang lebih 10 detik itu mengakibatkan dinding bangunan kampus STKIP Bulukumba retak. Untuk menghindari terjadinya gempa susulan, ratusan mahasiswa STKIP Bulukumba terpaksa harus melanjutkan proses perkuliahan di luar ruangan.
"Kuliah sempat terhenti, karena mahasiswa takut masuk ruangan,” tuturnya.
Salah warga Kecamatan Ujung Bulu, Bulukumba, Hawai mengaku, sangat kaget dengan getaran yang keras tersebut. Bahkan, dia bersama keluarganya langsung berhamburan lari keluar rumah.
“Bagaimana tidak berhamburan keluar rumah, suara getaran seperti gemuruh sangat keras, atap rumah juga goyang,” ucap Hawai di rumahnya, Minggu (2/12/2012).
Dijelaskan, karena takut terjadi gempa susulan, sebagian warga khususnya di Ujungbulu, memilih untuk tetap bertahan diluar rumah.
“Saya baru masuk rumah setelah beberapa jam kemudian. Kami khawatir didalam rumah terjadi gempa susulan. Apalagi, guncanganya cukup keras sekali,” terangnya.
Kepanikan juga dirasakan sejumlah wisatawan asing di kawasan wisata Tanjung Bira. Bahkan, wisatawan yang sedang menikmati hari libur di Tanjung Bira langsung berhamburan.
"Kami khawatir kalau gempa tersebut berpotensi tsunami. Makanya, banyak wisatawan asing maupun lokal yang panik dan langsung mengamankan diri," ungkap Ahmad, warga Bira Bulukumba.
Sedang di kampus Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Bulukumba, yang sementara mengikuti proses perkuliahan langsung histeris dan berlarian keluar ruangan. Karena panik, salah seorang mahasiswi, Sri Mantansari jatuh pingsan.
"Mungkin karena panik akhirnya pingsan. Apalagi, berdesak-desakan saat lari keluar ruangan," kata dosen STKIP Bulukumba, Basse Paika.
Menurut Basse, gempa yang berlangsung selama kurang lebih 10 detik itu mengakibatkan dinding bangunan kampus STKIP Bulukumba retak. Untuk menghindari terjadinya gempa susulan, ratusan mahasiswa STKIP Bulukumba terpaksa harus melanjutkan proses perkuliahan di luar ruangan.
"Kuliah sempat terhenti, karena mahasiswa takut masuk ruangan,” tuturnya.
(ysw)