Cari kayu bakar, warga ditemukan tewas
Jum'at, 30 November 2012 - 19:36 WIB
Cari kayu bakar, warga ditemukan tewas
A
A
A
Sindonews.com - Sunarsih (47) warga Desa Pagergunung, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar ditemukan dalam kondisi tewas setelah pamit mencari kayu bakar.
Diduga pencari kayu bakar ini menjadi korban perampokan karena perhiasan korban sudah raib.
“Jasad istri saya ditemukan sekitar 1,5 kilometer dari rumah. Saya sendiri yang pertama kali menemukan,“ tutur Suwandi (50) suami korban kepada petugas, Jumat (30/11/2012).
Mencari kayu bakar merupakan kegiatan sehari-hari Sunarsih untuk menambah perekonomian keluarga.
“Berangkat dari rumah sekitar pukul 15.00 Wib. Semua yang di rumah mulai cemas ketika pukul 17.30 Wib belum juga pulang ke rumah,“ terangnya.
Biasanya, Sunarsih akan memberitahu melalui telepon selular jika terlambat pulang. Namun hari itu tidak ada pesan yang masuk di nomor ponsel Suwandi. Sementara seperti diketahui lingkungan tempat tinggal korban dan suaminya berbatasan langsung dengan hutan dan semak belukar.
Menurut keterangan Kasubag Humas Polres Blitar Ajun Komisaris Polisi Wisnu Wardana jasad korban langsung dilarikan ke ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingi untuk keperluan otopsi.
“Kalau melihat ciri yang ada di tubuh korban, yang bersangkutan memang sengaja dibunuh,“ ujarnya.
Kemudian mengingat hilangnya tiga cincin, sebuah kalung, gelang dan anting-anting seberat 10 gram, motivasi pelaku adalah ingin menguasai benda berharga milik korban.
“Dugaan sementara motifnya ingin menguasai harta. Namun kita masih melakukan penyelidikan lebih dalam,“ pungkasnya.
Diduga pencari kayu bakar ini menjadi korban perampokan karena perhiasan korban sudah raib.
“Jasad istri saya ditemukan sekitar 1,5 kilometer dari rumah. Saya sendiri yang pertama kali menemukan,“ tutur Suwandi (50) suami korban kepada petugas, Jumat (30/11/2012).
Mencari kayu bakar merupakan kegiatan sehari-hari Sunarsih untuk menambah perekonomian keluarga.
“Berangkat dari rumah sekitar pukul 15.00 Wib. Semua yang di rumah mulai cemas ketika pukul 17.30 Wib belum juga pulang ke rumah,“ terangnya.
Biasanya, Sunarsih akan memberitahu melalui telepon selular jika terlambat pulang. Namun hari itu tidak ada pesan yang masuk di nomor ponsel Suwandi. Sementara seperti diketahui lingkungan tempat tinggal korban dan suaminya berbatasan langsung dengan hutan dan semak belukar.
Menurut keterangan Kasubag Humas Polres Blitar Ajun Komisaris Polisi Wisnu Wardana jasad korban langsung dilarikan ke ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingi untuk keperluan otopsi.
“Kalau melihat ciri yang ada di tubuh korban, yang bersangkutan memang sengaja dibunuh,“ ujarnya.
Kemudian mengingat hilangnya tiga cincin, sebuah kalung, gelang dan anting-anting seberat 10 gram, motivasi pelaku adalah ingin menguasai benda berharga milik korban.
“Dugaan sementara motifnya ingin menguasai harta. Namun kita masih melakukan penyelidikan lebih dalam,“ pungkasnya.
(ysw)