Minibus terjun ke jurang, 7 penumpang tewas
Jum'at, 30 November 2012 - 18:55 WIB
Minibus terjun ke jurang, 7 penumpang tewas
A
A
A
Sindonews.com – Angkutan umum jenis minibus L-300 mengalami kecelakaan jatuh ke jurang sedalam 30 meter di lintasan pegunungan Geumpang Kabupaten Pidie-Kecamatan Sungai Mas, Aceh Barat.
Kecelakaan mobil yang membawa rombongan pengajian itu mengakibatkan tujuh orang meninggal, seorang kritis, dan delapan luka ringan.
Para korban merupakan para santri salah satu pesantren asal Samalanga Kabupaten Bireun. Evakuasi 15 penumpang minibus itu mengalami kesulitan. Kecelakaan terjadi Kamis 29 November 2012 malam sekira pukul 19.00 WIB dan baru berhasil dievakuasi pukul 01.00 WIB Jum’at (30/11/2012) tadi.
Kapolres Aceh Barat, AKBP Artano Sik mengatakan, kecelakaan diperkirakan karena sopir Anwar mengemudi mobil dengan kecepatan tinggi saat sedang hujan deras. Saat berada di tikungan menurun kawasan di Desa Tungkop, Aceh Barat kemungkinan rem blong.
“Hasil olah tempat kejadian, kami menemukan rem cakram yang terlepas. Dugaan sementara ini karena rem mobilnya blong,” kata Artanto pada wartawan, di Mapolres Aceh Barat, Jumat (30/11/2012).
Menurutnya, korban meninggal berasal dari satu keluarga di Kecamatan Woyla, Aceh Barat. Sementara korban luka-luka masih dirawat di Rumah Sakit Umum Cut Nyak Dhien, Meulaboh.
"Kami kesulitan mendalami kecelakaan ini karena sopirnya turut menjadi korban," terangnya.
Korban meninggal yakni Anwar (sopir), Teungku Aiyub (70), Teungku Paneuk, Sofyan (50), Aisyah, Rabiah, Dewi, Nurmala. Sementara korban luka Rayidah, Baidah, Maliza, Salihin, Junaidi, Rajis, Asnawati, dan Siti.
Kecelakaan mobil yang membawa rombongan pengajian itu mengakibatkan tujuh orang meninggal, seorang kritis, dan delapan luka ringan.
Para korban merupakan para santri salah satu pesantren asal Samalanga Kabupaten Bireun. Evakuasi 15 penumpang minibus itu mengalami kesulitan. Kecelakaan terjadi Kamis 29 November 2012 malam sekira pukul 19.00 WIB dan baru berhasil dievakuasi pukul 01.00 WIB Jum’at (30/11/2012) tadi.
Kapolres Aceh Barat, AKBP Artano Sik mengatakan, kecelakaan diperkirakan karena sopir Anwar mengemudi mobil dengan kecepatan tinggi saat sedang hujan deras. Saat berada di tikungan menurun kawasan di Desa Tungkop, Aceh Barat kemungkinan rem blong.
“Hasil olah tempat kejadian, kami menemukan rem cakram yang terlepas. Dugaan sementara ini karena rem mobilnya blong,” kata Artanto pada wartawan, di Mapolres Aceh Barat, Jumat (30/11/2012).
Menurutnya, korban meninggal berasal dari satu keluarga di Kecamatan Woyla, Aceh Barat. Sementara korban luka-luka masih dirawat di Rumah Sakit Umum Cut Nyak Dhien, Meulaboh.
"Kami kesulitan mendalami kecelakaan ini karena sopirnya turut menjadi korban," terangnya.
Korban meninggal yakni Anwar (sopir), Teungku Aiyub (70), Teungku Paneuk, Sofyan (50), Aisyah, Rabiah, Dewi, Nurmala. Sementara korban luka Rayidah, Baidah, Maliza, Salihin, Junaidi, Rajis, Asnawati, dan Siti.
(ysw)