Jabar rawan bencana tanah longsor

Jum'at, 30 November 2012 - 15:51 WIB
Jabar rawan bencana...
Jabar rawan bencana tanah longsor
A A A
Sindonews.com - Bencana tanah longsor paling sering terjadi di wilayah Jawa Barat (Jabar). Dari data
Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), tanah longsor menempati urutan teratas daftar bencana di Jabar.

Kepala PVMBG Surono berharap Pemerintah Provinsi Jabar bisa mengantisipasi longsor. Terlebih saat ini Jabar baru memasuki musim hujan, di mana longsor biasa terjadi. Beberapa tempat sudah terjadi longsor yang menimbulkan korban jiwa, misalnya di Ciwidey, Kabupaten Bandung, dan Tasikmalaya.

"Jabar ini selalu nomor satunya longsor. Kalau dipetakan ancaman geologi di Jabar longsor pasti terjadi di musim hujan," ungkap Surono ketika dihubungi, Jumat (30/11/2012).

Menurutnya, jika Pemprov Jabar, maupun pemerintah kabupaten/kota berhasil menekan jumlah longsor, maka setengahnya bencana yang ada di Jabar bisa diatasi.

"Sebetulnya hampir 50 persen upaya penanggulangan di Jabar itu (longsor)," ujarnya.

Tetapi memasuki musim hujan kali ini, Surono belum melihat upaya sosialisasi untuk mengantisipasi bencana, khususnya longsor. Padahal, PVMBG sudah bekerja sama untuk membuat peta rawan bencana dengan Dinas Pertambangan dan Energi pada 2002-2003.

Dalam peta ini dipetakan seluruh peta rawan bencana longsor di kabupaten/kota di Jabar, bahkan hingga dipetakan sampai ke kecamatan.

Surono menuturkan, Jabar sempat menjadi kawasan hijau (tidak rawan). Daerah paling rawan hanya Panawangan, Garut. Waktu itu Dinas Pertambangan Energi Jabar gencar melakukan sosialisasi dan pendidikan.

"Saya enggak tahu sekarang provinsi tidak begitu gencar (sosialisasi). Malah sekarang kebalik, kabupaten yang melakukan sosialisasi sendiri-sendiri. Bagus juga itu, tapi program push dari provinsi nggak ada," ungkapnya.

Maka Surono menyarankan supaya pihak terkait maupun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggunakan peta rawan bencana sebagai alat sosialisasi kepada masyarakat. Dalam peta itu dijelaskan daerah mana yang pernah terjadi longsor.

"Yang pernah terjadi longsor dan yang direkomendasikan tidak layak huni, itu ya memang tidak layak huni. Jangan dipaksakan di situ. Coba bayangkan masyarakat mengumpulkan harta benda seumur hidupnya kemudian hancur tiba-tiba. Jadi yang sudah longsor pasti akan longsor kembali," tutupnya.
(azh)
Berita Terkait
Prabowo Beri Atensi...
Prabowo Beri Atensi Bencana Longsor Cilacap, Minta Penanganan Darurat Optimal
Trans Kandangan-Batulicin...
Trans Kandangan-Batulicin Longsor, Warga Pertanyakan Penanganan Balai Jalan Nasional
Sejumlah Wilayah di...
Sejumlah Wilayah di Kabupaten Toraja Utara Longsor
Bencana Tanah Longsor...
Bencana Tanah Longsor Paling Dominan di Tahun 2024
Bencana Longsor Pulau...
Bencana Longsor Pulau Serasan Natuna 50 Orang Tewas, Ini Hasil Analisa PVMBG
Langganan Bencana, Ruas...
Langganan Bencana, Ruas Jalan Nasional Fakfak Perlu Penanganan Serius
Berita Terkini
Yusril Imbau Dedi Mulyadi...
Yusril Imbau Dedi Mulyadi Tak Bikin Sayembara Tangkap Begal: Khawatir Masyarakat Jadi Main Hakim Sendiri
15 menit yang lalu
BNI Menegaskan Kedatangan...
BNI Menegaskan Kedatangan Siswa Bukan atas Arahan Petugas
1 jam yang lalu
Kemhan Sebut Insiden...
Kemhan Sebut Insiden Bus Dinas yang Diduga Kabur usai Tabrak Ojol Diselesaikan secara Damai
2 jam yang lalu
Kisah Warga Bondowoso...
Kisah Warga Bondowoso Sukarela Serahkan Lutung Jawa ke Kemenhut
3 jam yang lalu
Hati-hati! Ada Perbaikan...
Hati-hati! Ada Perbaikan Jalan di Tol Jakarta-Cikampek
4 jam yang lalu
Menuju Smart City Tanpa...
Menuju Smart City Tanpa Kertas, Mengurai Masalah Dokumen Ganda dan Sampah di Kota Bandung
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved