Wabup Lutim nilai birokrasi masih berbelit
Jum'at, 30 November 2012 - 14:32 WIB
Wabup Lutim nilai birokrasi masih berbelit
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Bupati Luwu Timur (Lutim) HM Thoriq Husler menilai memasuki reformasi birokrasi, pegawai negeri sipil (PNS) harus menata birokrasi publik untuk menyederhanakan pelayanan.
“Publik masih melihat bahwa birokrasi cenderung berbelit dan rumit, makanya kita patut bersyukur, melalui reformasi birokrasi kita terus menata kelembagaan pelayanan publik, menyederhanakan prosedur pelayanan, serta menerapkan standar pelayanan minimal,” kata Wakil Bupati Luwu Timur HM Thoriq Husler ketika dihubungi SINDO di Malili, Jumat (30/11/2012).
Menurutnya, esensi dari reformasi birokrasi bertujuan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, dengan menggunakan anggaran negara secara transparan, akuntabel, efektif, dan efisien.
“Kualitas pelayanan kepada masyarakat, tentu akan semakin baik jika segenap aparatur pemerintahan mampu mengubah pola pikir (mindset) dari mental penguasa menjadi birokrat yang bermental abdi masyarakat,” jelasnya.
Menyinggung perayaan HUT PGRI dan Hari Guru Nasional, Husler mengatakan peningkatan kompetensi guru dan menegakan kode etik adalah langkah penting untuk memacu profesionalisasi guru dalam pembangunan karakter.
Karena untuk memajukan bangsa diperlukan pendidikan bermutu yang hanya bisa diberikan guru profesional, makanya pemerintah memberikan sertifikasi bagi guru yang telah melalui uji kompetensi.
"Berkaitan dengan momentum ini, saya mengajak kepada para guru, untuk terus menerus mandiri, meningkatkan kualitas dan kemampuan sesuai bidang pengajaran masing-masing dalam menjalani profesi guru," pungkasnya.
“Publik masih melihat bahwa birokrasi cenderung berbelit dan rumit, makanya kita patut bersyukur, melalui reformasi birokrasi kita terus menata kelembagaan pelayanan publik, menyederhanakan prosedur pelayanan, serta menerapkan standar pelayanan minimal,” kata Wakil Bupati Luwu Timur HM Thoriq Husler ketika dihubungi SINDO di Malili, Jumat (30/11/2012).
Menurutnya, esensi dari reformasi birokrasi bertujuan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, dengan menggunakan anggaran negara secara transparan, akuntabel, efektif, dan efisien.
“Kualitas pelayanan kepada masyarakat, tentu akan semakin baik jika segenap aparatur pemerintahan mampu mengubah pola pikir (mindset) dari mental penguasa menjadi birokrat yang bermental abdi masyarakat,” jelasnya.
Menyinggung perayaan HUT PGRI dan Hari Guru Nasional, Husler mengatakan peningkatan kompetensi guru dan menegakan kode etik adalah langkah penting untuk memacu profesionalisasi guru dalam pembangunan karakter.
Karena untuk memajukan bangsa diperlukan pendidikan bermutu yang hanya bisa diberikan guru profesional, makanya pemerintah memberikan sertifikasi bagi guru yang telah melalui uji kompetensi.
"Berkaitan dengan momentum ini, saya mengajak kepada para guru, untuk terus menerus mandiri, meningkatkan kualitas dan kemampuan sesuai bidang pengajaran masing-masing dalam menjalani profesi guru," pungkasnya.
(ysw)