Perubahan iklim picu bencana di Indonesia

Kamis, 29 November 2012 - 22:48 WIB
Perubahan iklim picu...
Perubahan iklim picu bencana di Indonesia
A A A
Sindonews.com – Bencana hidrometeorologi atau bencana akibat perubahan iklim menduduki prosentase terbesar yakni 79 persen dari total kejadian bencana di Indonesia. Untuk itu diperlukan manajemen resiko bencana berupa strategi guna menghadapi bencana hidrometeorologi.

“Salah satu upaya manajemen resiko bencana hidrometeorologi ialah melakukan adaptasi terhadap perubahan iklim yang mungkin dikembangkan melalui Rencana Aksi Nasional Adaptasi Perubahan Iklim (RAN-API),” ujar Staf Ahli Menteri Negara Perencanaan dan Pembangunan Nasional Bidang Tata Ruang dan Kemaritiman Ir Bemby Uripto MSc.

Dalam Seminar Nasional Perubahan Iklim di Indonesia di Balai Senat UGM Kamis (29/11), Bemby mengungkapkan, dampak bencana hidrometeologi selama periode 2000-2010 telah menyebabkan sekira 4.936 orang meninggal dan hilang, 17,7 juta jiwa menderita dan mengungsi. Belum lagi ratusan ribu rumah rusak dan lebih dari 2,5 juta rumah terendam oleh banjir.

“Kitapun bisa melakukan peningkatan kesadaran dan pengembangan kemampuan Rencana Aksi sub-bidang pengurangan resiko bencana,"terangnya.

Upaya tersebut bisa dilakukan dengan penguatan regulasi, peraturan perundangan, kapasitas kelembagaan, perencanaan penanggulangan bencana di wilayah rentan atau dengan peringatan dini bencana, penelitian, pendidikan dan pelatihan adaptasinya.

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Dr Syamsul Ma’arif MSi menuturkan, meningkatnya bencana hidrometeorologi di Indonesia juga dipengaruhi perubahan iklim global.

Namun faktor antropogenik menjadi penyebab paling dominan terjadinya peningkatan banjir dan kekeringan dibanding dengan faktor perubahan iklim global.

Hal ini membuat kebijakan implementasi Pengurangan Resiko Bencana dan Adaptasi Perubahan Iklim dalam bentuk nyata masih perlu dirumuskan.

“Faktor antropogenik atau perilaku manusia masih tetap dominan menjadi penyebab utama dibanding faktor-faktor lain sebagai penyebab terjadinya bencana hidrometeorologi," bebernya.

Karena itu, saya berharap peran perguruan tinggi dalam mengintegrasikan PRB dan API di tingkat lokal perlu untuk selalu ditingkatkan.
(ysw)
Berita Terkait
Ratas Penanganan Bencana,...
Ratas Penanganan Bencana, Presiden Minta Percepatan Evakuasi Korban
Penanganan Bencana Harus...
Penanganan Bencana Harus Dipercepat
Kemensos akan Gandeng...
Kemensos akan Gandeng LSM dalam Penanganan Bencana
Pemkab Morowali Menggelar...
Pemkab Morowali Menggelar Rakor Penanganan Bencana
Temui Jajaran Pimpinan...
Temui Jajaran Pimpinan ITS dan Unair, Mensos: Silaturahim dan Diskusi Penanganan Bencana
Resmi Pimpin RAPI Sulsel,...
Resmi Pimpin RAPI Sulsel, IAS Dorong Penguatan Fungsi Sosial
Berita Terkini
Dukung Fatwa MUI Jatim,...
Dukung Fatwa MUI Jatim, Asosiasi Minta Vape Legal Dibedakan dengan Penyalahgunaan Narkoba
34 menit yang lalu
Transformasi KAI Hadirkan...
Transformasi KAI Hadirkan Pengalaman Perjalanan Setara bagi Perempuan, Lansia, dan Disabilitas
1 jam yang lalu
Pramono Bakal Nobar...
Pramono Bakal Nobar Final Piala Dunia di JIS, Jagokan Messi Angkat Trofi
1 jam yang lalu
Ada Demo Mahasiswa di...
Ada Demo Mahasiswa di Jalan Medan Merdeka Selatan, Arus Lalin Dialihkan
2 jam yang lalu
Sahroni Minta Polisi...
Sahroni Minta Polisi Tindak Tegas Pelaku Karhutla Kalimantan
2 jam yang lalu
Mahasiswa Kembali Turun...
Mahasiswa Kembali Turun ke Jalan, Bawa 3 Tuntutan
2 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved